SURABAYA, Garudasatunews.id – Tiga desainer dari Banyuwangi, Trenggalek, dan Kota Batu berhasil merebut tiket ke tingkat nasional dalam ajang Fatmawati Trophy 2026 Regional Jawa Timur. Mereka terpilih sebagai karya terbaik pada final kompetisi desain kebaya dan kerudung yang berlangsung di Hotel Vasa Surabaya, Minggu (23/8/2026) malam.
Ketiga desainer tersebut masing-masing membawa karya yang merepresentasikan identitas daerah. Dari Banyuwangi tampil Abdillah Syafi’i dengan karya Padma Sari Blambangan, dari Trenggalek Yeni Purwati melalui Kebaya Fatmawati Menak Sopal Trenggalek, sedangkan Kota Batu diwakili Anjani Sekar Arum dengan karya Banteng Agung Sekar Mangun.
Sebelum mencapai babak final, delapan perancang busana ditetapkan sebagai finalis regional Jawa Timur. Penetapan tersebut dituangkan dalam Surat DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Nomor 088/IN/DPD/VII/2026 tertanggal 2 Juli 2026.
Selain tiga desainer yang akhirnya memperoleh tiket nasional, babak final juga diikuti perwakilan dari Blitar, Tulungagung, dan Kediri. Blitar sebelumnya menjadi daerah dengan jumlah finalis terbanyak, yakni tiga perwakilan.
Dalam kompetisi tersebut, aspek yang menjadi perhatian bukan hanya tampilan busana. Ketentuan resmi Fatmawati Trophy 2026 mensyaratkan desain kebaya dan kerudung mengangkat kearifan lokal atau identitas budaya daerah, sekaligus memuat unsur inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Karya juga harus orisinal dan belum pernah dipublikasikan maupun menjadi pemenang kompetisi sejenis.
Tiga wakil Jawa Timur selanjutnya menghadapi persaingan di tingkat nasional. Berdasarkan mekanisme kompetisi, peserta nasional berasal dari hasil seleksi regional yang menghasilkan 45 peserta. Dari jumlah tersebut, panitia nasional akan memilih 10 peserta terbaik untuk melaju ke tahap berikutnya hingga grand final.
Kehadiran tiga desainer asal Banyuwangi, Trenggalek, dan Kota Batu sekaligus menunjukkan bagaimana identitas budaya daerah ditempatkan sebagai bagian penting dalam pengembangan fesyen. Wastra dan karakter lokal tidak sekadar menjadi ornamen, tetapi menjadi sumber gagasan untuk menghasilkan desain yang dapat bersaing di panggung nasional.
Fatmawati Trophy 2026 sendiri merupakan kompetisi desain busana tradisional kebaya dan kerudung yang mengangkat nilai sejarah, perjuangan, dan keteladanan Fatmawati Soekarno. Kompetisi tersebut juga diarahkan untuk memadukan nilai tradisi dengan inovasi fesyen modern.
Dengan tiket nasional di tangan, tantangan berikutnya bagi ketiga desainer Jawa Timur bukan hanya mempertahankan karakter karya masing-masing, tetapi juga mengolah kekayaan budaya daerah menjadi desain yang memiliki daya saing lebih luas.
(Red-Garudasatunews)












