Khofifah Dorong Trauma Healing Anak Korban Gempa Flores

oleh -26 Dilihat
oleh
Khofifah Dorong Trauma Healing Anak Korban Gempa Flores
Khofifah mengajak anak-anak terdampak gempa Flores untuk kembali berani bermimpi dan mengejar cita-cita. Pemprov Jatim mengirim tim Layanan Dukungan Psikososial untuk mendampingi anak-anak, orang tua, dan lansia.
banner 468x60

MANGGARAI, Garudasatunews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak anak-anak terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk kembali berani bermimpi dan menatap masa depan. Khofifah menegaskan, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan bantuan logistik, tetapi membutuhkan pendampingan psikososial secara berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat mengunjungi SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8/2026). Dalam kunjungan itu, ia sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dukungan corporate social responsibility (CSR).

Di hadapan anak-anak, Khofifah berusaha mencairkan suasana dengan mengajak mereka berbincang mengenai cita-cita. Ia menanyakan siapa yang ingin menjadi gubernur maupun bupati. Sejumlah anak pun merespons dengan antusias.

Khofifah kemudian memberikan motivasi agar anak-anak tidak kehilangan keberanian untuk mengejar cita-cita meski tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Anak-anakku, kalian tidak sendiri. Kita semua bersaudara. Tetap semangat, sehat dan kuat untuk menghadapi ujian ini,” ujar Khofifah.

Pemulihan Anak Tak Cukup dengan Bantuan Logistik

Khofifah menilai dampak bencana terhadap anak tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik. Rasa takut dan tekanan setelah gempa juga membutuhkan penanganan agar anak dapat kembali merasa aman, beraktivitas, bermain, serta belajar.

Karena itu, Pemprov Jatim mengirimkan empat personel Layanan Dukungan Psikososial (LDP) ke wilayah terdampak. Tim tersebut memberikan penguatan, konseling, dan trauma healing kepada anak-anak, orang tua, hingga lansia.

Menurut Khofifah, proses pemulihan psikologis tidak bisa dilakukan hanya sekali. Pendampingan harus berlangsung secara berkelanjutan agar penyintas benar-benar mampu bangkit setelah mengalami bencana.

Selain berbicara tentang cita-cita, Khofifah juga memastikan kesiapan anak-anak untuk kembali ke sekolah apabila fasilitas pendidikan telah dinyatakan aman dan dapat digunakan. Anak-anak menjawab siap untuk kembali belajar.

Suasana kemudian dibuat lebih ringan melalui kegiatan bernyanyi bersama. Lagu “Hari Merdeka” dan “Garuda Pancasila” dinyanyikan bersama sebagai bagian dari upaya membangun kembali semangat dan keceriaan anak-anak terdampak gempa.

Penanganan pascabencana dengan demikian tidak berhenti pada distribusi kebutuhan dasar. Dukungan kesehatan, pendidikan, serta pemulihan psikososial menjadi bagian penting agar anak-anak korban gempa Flores dapat kembali menjalani kehidupan secara bertahap dan mengejar cita-cita mereka.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.