Menekraf: Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

oleh -16 Dilihat
oleh
Menekraf Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya.
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan generasi muda harus menjadi aktor utama dalam penguatan ekonomi kreatif nasional. Peran tersebut dinilai penting untuk menciptakan lapangan kerja, mendorong kewirausahaan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Riefky, ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dengan karakter generasi Z dan milenial yang dinilai kreatif, adaptif, serta akrab dengan teknologi digital. Kondisi tersebut menjadi peluang yang perlu dioptimalkan agar anak muda tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Data yang disampaikan Kementerian Ekraf menunjukkan sekitar 63 persen dari 27,4 juta tenaga kerja sektor ekonomi kreatif berasal dari generasi Z dan milenial. Di sisi lain, kelompok usia yang sama juga mendominasi angka pengangguran nasional. Menteri Ekraf menyebut sekitar 82 persen dari sekitar 7,5 juta penganggur merupakan Gen Z dan milenial.

Kesenjangan tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu dijawab melalui penguatan sektor ekonomi kreatif. Pemerintah melihat ekraf berpotensi menjadi alternatif lapangan kerja bagi generasi muda, terutama karena karakter pekerjaan di sektor tersebut semakin berkembang mengikuti perubahan teknologi, kreativitas, dan kebutuhan pasar.

Riefky mendorong generasi muda menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan dengan kebutuhan masyarakat, industri, hingga pasar global. Ia juga menekankan pentingnya keberanian menciptakan peluang usaha, kemampuan mengikuti perubahan yang cepat, serta integritas sebagai fondasi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif.

Tantangannya, penguatan ekonomi kreatif tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas anak muda. Pemerintah juga perlu memastikan tersedianya ekosistem pendukung, mulai dari pengembangan talenta, akses pembiayaan, infrastruktur, perlindungan kekayaan intelektual, regulasi, hingga perluasan pasar. Pemerintah menempatkan sejumlah aspek tersebut dalam strategi Asta Ekraf dan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045.

Pengembangan dari daerah juga menjadi bagian penting strategi tersebut. Program Aktivasi Desa Kreatif diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk kreatif, mengembangkan talenta lokal, serta memperluas akses pasar. Pendekatan itu diharapkan membuat ekonomi kreatif tidak hanya berkembang di pusat-pusat kota, tetapi turut menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di daerah.

Dengan demikian, besarnya jumlah generasi muda dalam ekosistem ekonomi kreatif sekaligus kelompok pengangguran menjadi dua sisi persoalan yang saling berkaitan. Jika peluang, akses, dan dukungan ekosistem dapat diperkuat, generasi muda berpotensi menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kreatif sekaligus pencipta lapangan kerja baru di Indonesia.

(Red-Garudasatun)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.