Pura-pura Memancing, 3 Orang Diduga Pelaku di Balik Karhutla Riau, Prabowo: Bawa ke Jakarta!

oleh -16 Dilihat
oleh
banner 468x60

PEKANBARU, Garudasatunews.id — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan tiga orang yang diduga kuat terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau untuk dibawa ke guna pendalaman penyelidikan. Perintah itu disampaikan langsung saat Presiden memimpin rapat terbatas penanggulangan bencana di Posko Aju Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin (24/8/2026).

Ketiga orang tersebut sebelumnya terdeteksi berada di lokasi kebakaran dengan alasan sedang memancing padahal, berdasarkan hasil penyelidikan, tidak ada lokasi memancing di area tersebut. Presiden menekankan dugaan modus ini harus didalami secara menyeluruh untuk mengungkap keterkaitannya dengan peristiwa kebakaran yang melanda wilayah itu.

Dalam paparan yang disampaikan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, tercatat pihak kepolisian telah menangani 94 laporan kasus karhutla sepanjang 2025 hingga 2026, dengan total 106 tersangka. Khusus sepanjang tahun 2026 saja, tercatat 33 laporan dengan 36 tersangka, dan luas lahan yang terbakar mencapai 806,57 hektare.

“Sejak tahun 2025 sampai sekarang, kita sudah melakukan pendekatan multi-door approach. Sudah ada 94 kasus atau laporan polisi, dengan 106 tersangka,” ungkap Herry di hadapan Presiden.

Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan bahwa kebakaran yang terjadi di wilayah hukum Polda Riau sepenuhnya disebabkan oleh faktor manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Berbagai modus ditemukan dalam penyelidikan, salah satunya pelaku yang berpura-pura memancing di lokasi sebelum kemudian melakukan pembakaran.

“Ini modus yang biasa digunakan, bahkan oleh perusahaan besar, dengan memanfaatkan petani atau masyarakat kecil. Mereka pura-pura memancing di situ, lalu melakukan pembakaran,” jelas Herry.

Merespons hal tersebut, Presiden Prabowo memastikan apakah kepolisian telah mengantongi bukti yang cukup. Kapolda menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti langsung keterlibatan korporasi, namun dalam penyelidikan kasus tahun 2025 ditemukan fakta mencolok: beberapa orang yang tidak memiliki lahan di lokasi kebakaran justru berada di tempat tersebut dengan alasan yang tidak masuk akal.

“Ada tersangka yang tidak mempunyai kebun di situ. Padahal alasan dia hanya untuk memancing, padahal tidak ada lokasi memancing di situ,” ungkap Herry.

Mendengar penjelasan itu, Presiden langsung memberikan perintah tegas untuk mendalami kasus tersebut. “Tolong dibawa ke Jakarta. Ya? Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri. Kita dalami di sini,” tegas Prabowo. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.