Satu Balita Tulungagung Positif Campak, Suspek Melonjak

oleh -303 Dilihat
oleh
Satu Balita Tulungagung Positif Campak, Suspek Melonjak
Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mendapati kenaikan kasus campak pada awal tahun 2026. Dari puluhan suspek ditemukan satu anak usia di bawah lima tahun yang positif campak
banner 468x60

TULUNGAGUNG, Garudasatuunews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung menemukan satu kasus positif campak pada balita setelah terjadi lonjakan kasus suspek penyakit menular tersebut pada awal 2026. Dari total puluhan laporan yang masuk, satu balita dipastikan terinfeksi campak setelah hasil uji laboratorium keluar.

Dinkes Tulungagung mencatat sepanjang Januari hingga Februari 2026 terdapat 38 kasus suspek campak yang tersebar di sejumlah wilayah. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya mencatat 12 kasus suspek.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan, mengatakan seluruh sampel dari kasus suspek telah dikirim untuk pengujian laboratorium guna memastikan diagnosis penyakit.

“Awal tahun 2025 ada 12 kasus suspek campak. Pada awal tahun 2026 meningkat menjadi 38 kasus suspek,” ujar Aris, Rabu (11/3/2026).

Sebanyak 38 sampel darah dan urin dari pasien suspek kemudian dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Dari hasil pengujian tersebut, satu sampel dinyatakan positif campak. Mayoritas pasien yang masuk kategori suspek diketahui merupakan anak usia di bawah lima tahun.

Menurut Aris, pasien suspek campak umumnya menunjukkan gejala serupa, di antaranya demam tinggi, muncul ruam kemerahan pada kulit, batuk, pilek, hingga mata memerah.

“Campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar melalui droplet atau percikan saat penderita batuk maupun bersin,” jelasnya.

Dari hasil penelusuran epidemiologi, sebagian balita yang masuk dalam daftar suspek diketahui belum menerima imunisasi dasar campak.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Tulungagung akan menggelar program imunisasi kejar yang menyasar balita yang belum mendapatkan vaksin campak. Saat ini petugas kesehatan masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah anak yang belum menerima imunisasi tersebut.

“Balita yang belum mendapat imunisasi bisa disebabkan berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan anak saat jadwal imunisasi hingga sasaran yang tidak berada di tempat saat kegiatan imunisasi berlangsung,” pungkas Aris. (Red-Garudasatuunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.