PANDEGLANG, Garudasatunews.id – Memasuki hari keenam operasi pencarian, Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten. Luas area pencarian kini diperluas hingga mencapai 6.010 nautical mile persegi (NM²) dengan melibatkan unsur laut, darat, dan udara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan seluruh unsur SAR gabungan masih berupaya maksimal menemukan delapan orang yang hingga saat ini masih berstatus dalam pencarian. Operasi dilakukan dengan membagi wilayah pencarian ke dalam sejumlah sektor guna meningkatkan efektivitas penyisiran.
“Memasuki hari keenam operasi SAR, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian. Area pencarian telah dibagi menjadi beberapa sektor dengan dukungan unsur laut, darat, dan udara,” ujar Al Amrad dalam keterangannya.
Berdasarkan data operasi SAR, delapan orang yang hilang terdiri dari seorang kapten kapal, seorang anak buah kapal (ABK), seorang pemandu (guide), serta lima jurnalis dan pekerja media yang sedang menjalankan tugas peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Untuk memperluas cakupan pencarian, Tim SAR Gabungan membagi area operasi menjadi enam sektor. Sektor-sektor tersebut dijaga oleh berbagai unsur kapal SAR, kapal patroli, kapal TNI AL, hingga dukungan udara menggunakan helikopter dan drone thermal. Langkah ini dilakukan setelah evaluasi operasi hari-hari sebelumnya menunjukkan perlunya perluasan area pencarian sesuai kondisi arus laut dan cuaca di perairan Selat Sunda.
Di sektor laut, sejumlah kapal dikerahkan untuk menyisir titik-titik yang dinilai memiliki potensi keberadaan korban maupun jejak kapal. Sementara itu, sektor udara disiapkan untuk melakukan pemantauan apabila kondisi cuaca dan jarak pandang memungkinkan pelaksanaan penerbangan pencarian.
Operasi pencarian juga mendapat dukungan dari berbagai instansi, antara lain Basarnas, TNI, Polri, BPBD, BNPB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Lanal Banten, serta berbagai unsur potensi SAR lainnya. Ratusan personel diterjunkan untuk mendukung proses pencarian yang berlangsung secara terpadu dan terkoordinasi.
Selain tantangan luasnya wilayah operasi, kondisi cuaca menjadi faktor yang terus dipantau. Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah pencarian berada dalam kondisi berawan dengan kecepatan angin berkisar 10 hingga 20 knot dan tinggi gelombang antara 0,5 hingga 2,5 meter. Faktor tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan pola penyisiran dan keselamatan personel di lapangan.
Dari sudut pandang keselamatan pelayaran dan operasi pencarian, perluasan area hingga ribuan NM² menunjukkan kompleksitas penanganan kasus hilang kontak di laut terbuka. Tim SAR harus memperhitungkan pergerakan arus, arah angin, kemungkinan hanyutnya korban, hingga hasil evaluasi dari temuan-temuan sebelumnya untuk menentukan prioritas sektor pencarian.
Hingga hari keenam operasi berlangsung, seluruh korban masih dinyatakan dalam status pencarian. Tim SAR Gabungan menegaskan akan terus melanjutkan operasi sesuai rencana yang telah disusun dengan tetap mengedepankan profesionalisme, koordinasi lintas instansi, serta keselamatan seluruh personel yang bertugas.
Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban maupun kapal yang hilang kontak, sehingga dapat membantu mempercepat proses pencarian.
(Red-Garudasatunews)














