Karhutla Curahdami Padam Setelah Sembilan Jam

oleh -18 Dilihat
oleh
Karhutla Curahdami Padam Setelah Sembilan Jam
Seorang petugas BPBD Bondowoso menyemprot air di lahan petak 18D, Desa Curahpoh yang terbakar, Sabtu (12/9/2026)
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Petak 18D wilayah Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan berjibaku melakukan upaya pemadaman selama sekitar sembilan jam. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena terjadi saat kondisi cuaca kering yang meningkatkan potensi kebakaran di kawasan hutan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, api melahap area vegetasi kering di kawasan hutan hingga memicu pengerahan berbagai unsur untuk melakukan pengendalian. Tim gabungan yang terdiri dari petugas Perhutani, unsur terkait, dan masyarakat setempat melakukan pemadaman secara bertahap guna mencegah api menjalar ke area yang lebih luas. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah titik-titik api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam.

Peristiwa kebakaran ini kembali menegaskan tingginya risiko karhutla di Bondowoso selama musim kemarau. Berdasarkan sejumlah catatan kejadian sebelumnya, kawasan hutan di wilayah Bondowoso, termasuk Curahdami dan beberapa titik lain, memang masuk kategori rawan kebakaran akibat kondisi vegetasi yang mengering serta faktor aktivitas manusia yang masih menjadi salah satu dugaan penyebab dominan terjadinya karhutla.

Dari sudut pandang mitigasi bencana, lamanya proses pemadaman menunjukkan tantangan yang dihadapi petugas di lapangan. Selain keterbatasan akses menuju lokasi kebakaran, kondisi angin dan medan hutan yang cukup sulit turut memengaruhi proses pengendalian api. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk mempercepat respons ketika kebakaran terjadi.

Sementara itu, aspek pencegahan dinilai menjadi langkah yang tidak kalah penting dibandingkan penanganan saat kebakaran berlangsung. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membakar lahan, membuang puntung rokok sembarangan, maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu api perlu terus diperkuat guna menekan angka kejadian karhutla di wilayah Bondowoso.

Hingga proses pemadaman selesai, petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat bara api yang dapat memicu kebakaran susulan. Langkah pendinginan dan patroli lanjutan dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar kawasan hutan tetap aman dan tidak kembali terbakar.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.