Kebakaran Bromo Meluas, Water Bombing Dimaksimalkan

oleh -18 Dilihat
oleh
Kebakaran Bromo Meluas, Water Bombing Dimaksimalkan
Anggota Polres Malang, melakukan pencegahan rembetan api Karhutlah Bromo masuk wilayah Poncokusumo, Jumat (11/9/2026).
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dilaporkan terus meluas hingga menjangkau area wisata Bromo Hillside. Kondisi tersebut mendorong Balai Besar TNBTS bersama tim gabungan untuk memaksimalkan operasi pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing guna mencegah penyebaran api yang lebih luas.

Berdasarkan pemantauan petugas, sejumlah titik api masih bertahan di kawasan lereng dan tebing yang sulit dijangkau personel darat. Situasi medan yang curam, ditambah vegetasi kering dan hembusan angin kencang, menjadi faktor utama yang mempercepat rambatan api sekaligus menyulitkan proses pemadaman.

Kepala Balai Besar TNBTS menyatakan helikopter water bombing telah disiagakan dan dioperasikan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang tidak memungkinkan ditangani secara optimal dari jalur darat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi percepatan pengendalian kebakaran yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Di lapangan, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNBTS, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta instansi terkait terus melakukan pemadaman terpadu. Selain penyiraman dari udara, petugas juga mengerahkan armada pemadam, drone penyemprot air, dan personel darat untuk membuat sekat bakar guna menahan laju api.

Perkembangan luas area terdampak menunjukkan tren peningkatan. Data sementara yang dihimpun petugas mencatat kebakaran terus merambat akibat kondisi cuaca kering dan angin yang berubah-ubah. Kawasan perbukitan dan lereng menjadi titik paling rawan karena sulit diakses kendaraan maupun personel pemadam.

Dari sudut pandang mitigasi bencana, optimalisasi water bombing dinilai menjadi pilihan paling efektif untuk memperlambat penyebaran api pada area konservasi yang memiliki topografi ekstrem. Namun demikian, keberhasilan operasi udara tetap sangat bergantung pada kondisi cuaca, terutama kecepatan angin, kabut, dan ketersediaan sumber air untuk pengisian helikopter.

Sementara itu, otoritas terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap potensi dampak kebakaran terhadap kawasan wisata, ekosistem hutan, serta vegetasi khas pegunungan yang berada di sekitar Bromo. Penanganan dilakukan dengan prioritas utama mencegah meluasnya kebakaran ke area yang lebih luas dan menjaga keselamatan masyarakat maupun petugas di lapangan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi seluruh kebijakan yang diberlakukan selama proses penanganan berlangsung. Upaya pemadaman akan terus dilakukan hingga seluruh titik api dinyatakan padam dan kondisi kawasan kembali aman.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.