Karhutla Bromo Meluas, Api Menjalar Dua Wilayah

oleh -17 Dilihat
oleh
Karhutla Bromo Meluas, Api Menjalar Dua Wilayah
Karhutla di Gunung Bromo, Minggu (13/9/2026)
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) semakin sulit dikendalikan. Kobaran api dilaporkan terus meluas dan menjalar ke dua wilayah berbeda, dipicu kondisi angin kencang serta medan terjal yang menyulitkan upaya pemadaman.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, api yang sebelumnya terkonsentrasi di sejumlah titik kini bergerak melampaui batas pengamanan alami dan mengancam area lain di kawasan Bromo. Perkembangan terbaru menunjukkan kobaran api berhasil melompati Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di arah Blok Jantur akibat terpaan angin yang cukup kuat. Kondisi tersebut meningkatkan risiko perambatan api menuju kawasan Lembah Watangan.

Selain itu, titik api yang muncul di kawasan Argowulan pada siang hari dilaporkan terus membesar hingga sore dan belum berhasil dipadamkan. Munculnya titik-titik baru memperlihatkan bahwa kebakaran tidak lagi terfokus pada satu lokasi, melainkan berkembang ke beberapa area sekaligus sehingga membutuhkan pengawasan dan penanganan lebih intensif.

Situasi ini menjadi perhatian serius karena kawasan TNBTS merupakan salah satu destinasi wisata unggulan nasional sekaligus wilayah konservasi yang memiliki nilai ekologis tinggi. Penyebaran api yang semakin luas berpotensi mengancam vegetasi, habitat satwa liar, serta aktivitas masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan bahwa kuatnya hembusan angin menjadi faktor utama yang mempercepat pergerakan api. Jalur yang sebelumnya diharapkan mampu memperlambat laju kobaran ternyata tidak mampu menahan penyebaran api ketika kondisi cuaca berubah ekstrem.

Di lapangan, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Balai Besar TNBTS, serta berbagai unsur relawan terus melakukan upaya pemadaman dan penyekatan guna mencegah api merambat ke wilayah yang lebih luas. Namun, tantangan geografis berupa lereng curam, tebing tinggi, dan akses yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman berlangsung tidak mudah.

Sebagai langkah mitigasi, otoritas setempat memutuskan menutup akses kunjungan wisata ke kawasan TNBTS. Kebijakan tersebut dilakukan demi keselamatan pengunjung sekaligus memberikan ruang yang lebih leluasa bagi petugas dalam melaksanakan operasi pengendalian kebakaran.

Dari sudut pandang penanggulangan bencana, perkembangan ini menunjukkan bahwa faktor cuaca dan kondisi vegetasi kering pada musim kemarau masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian karhutla di kawasan pegunungan. Sementara itu, dari sisi konservasi, meluasnya kebakaran menuntut pengawasan lebih ketat guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih besar serta meminimalkan kemungkinan munculnya titik api baru.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan hutan dan taman nasional. Upaya pemadaman dan pemantauan intensif masih dilakukan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman dan terkendali.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.