Luncurkan SIMANTRA, Bupati Sumenep Wanti-wanti ASN Malas: Ada Konsekuensi Menanti

oleh -33 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

SUMENEP, Garudasatunews.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus memacu transformasi digital dalam tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah strategis ini ditandai dengan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Manajemen Terpadu Aparatur (SIMANTRA) yang diproyeksikan menjadi pilar utama modernisasi birokrasi di wilayah tersebut.

​Aplikasi inovatif ini diresmikan langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam agenda Sosialisasi Implementasi Manajemen Talenta ASN yang berlangsung di Kantor Pemkab Sumenep, Senin (22/6/2026).

​Melalui integrasi SIMANTRA, Pemkab Sumenep berkomitmen membangun manajemen kepegawaian yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis kinerja. Platform tunggal ini nantinya akan menyatukan seluruh data krusial ASN, mulai dari tingkat kedisiplinan, catatan kehadiran, hingga capaian kinerja harian secara real-time.

​Menegakkan Keadilan dan Profesionalisme ASN

​Dalam arahannya, Bupati Sumenep yang akrab disapa Cak Fauzi menegaskan bahwa implementasi SIMANTRA bukan sekadar digitalisasi administratif, melainkan instrumen untuk menciptakan rasa keadilan bagi seluruh aparatur.

​”Kami ingin pegawai yang menjalankan tugas dengan disiplin mendapatkan hak yang sesuai dengan kontribusinya. Kehadiran harus tercatat secara riil dan objektif,” tegas Bupati Fauzi.

​Bupati juga menggarisbawahi bahwa sistem ini akan mengeliminasi disparitas perlakuan antara ASN yang berkinerja optimal dengan mereka yang lalai terhadap kewajiban. Penguatan pengawasan berbasis teknologi ini diharapkan dapat memicu budaya kerja yang lebih kompetitif dan profesional.

​”Ingat, bagi yang tidak rajin dan tidak disiplin, tentu ada konsekuensi logis yang harus diterima sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya.

​Tantangan Geografis dan Strategi The Right Man on The Right Place

​Sebagai kabupaten dengan karakteristik unik yang terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan, Sumenep menghadapi tantangan pelayanan publik yang kompleks. Oleh karena itu, Pemkab Sumenep memerlukan jajaran aparatur yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif.

​Di saat yang sama, Cak Fauzi menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta untuk memastikan penataan karier pegawai dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi terbaik.

​”Kami ingin memastikan prinsip the right man on the right place benar-benar berjalan, sehingga roda pemerintahan dapat bergerak lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

​Komitmen Bersama untuk Keberhasilan Sistem

​Apresiasi tinggi juga disampaikan Bupati kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta seluruh pihak yang menginisiasi lahirnya SIMANTRA. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak akan berdampak signifikan tanpa adanya komitmen dan konsistensi dari para penggunanya.

​Bupati Fauzi berharap sosialisasi ini mampu menyamakan persepsi seluruh perangkat daerah agar implementasi manajemen talenta dan pemanfaatan SIMANTRA berjalan optimal di setiap lini.

​”Semoga sosialisasi ini memberikan pemahaman yang komprehensif, sehingga pemanfaatan SIMANTRA dapat berjalan sukses demi peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.(adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.