Kekeringan Meluas hingga 44 Desa, Pemkab Bangkalan Perpanjang Status Darurat sampai November 2026

oleh -21 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20260925-WA0024

​BANGKALAN, Garudasatunews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, resmi memperpanjang status darurat kekeringan hingga akhir November 2026. Keputusan ini diambil merespons prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan puncak musim kemarau di Pulau Madura masih berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.

​Sebelumnya, masa berlaku status darurat kekeringan tersebut dijadwalkan berakhir pada 30 September 2026.

​Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja, mengonfirmasi bahwa perpanjangan ini merupakan langkah antisipatif untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat terdampak.
​”Berdasarkan pemberitahuan dari BMKG, musim kemarau di sejumlah wilayah, khususnya Pulau Madura, masih berlangsung hingga November 2026. Hal ini berpotensi memicu kekeringan yang berkepanjangan di kawasan terdampak,” ujar Arif, dilansir dari Antara, Jumat (25/9/2026).

​Daftar Desa Terdampak Bertambah
Seiring bertambahnya durasi kemarau, sebaran wilayah terdampak kekeringan di Bangkalan juga mengalami peningkatan signifikan. BPBD mencatat, dari semula 34 desa, kini melonjak menjadi 44 desa yang tersebar di 10 kecamatan.

​Kecamatan yang mengalami krisis air bersih meliputi Blega, Arosbaya, Sepulu, Kokop, Tanah Merah, Konang, Galis, Geger, Kwanyar, hingga Klampis.
​”Ada penambahan 10 desa baru yang saat ini krisis air bersih,” tambah Arif.

​Pasokan Air Bersih Habis, BPBD Minta Bantuan Pemprov Jatim
Untuk menanggulangi krisis, BPBD Bangkalan sebelumnya telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 300.000 liter ke pemukiman warga. Namun, seluruh alokasi tersebut saat ini telah terealisasi sepenuhnya.

​Mengingat kondisi di lapangan yang masih kritis, Pemkab Bangkalan telah mengajukan permohonan alokasi bantuan pasokan air bersih tambahan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
​”Seluruh bantuan 300.000 liter air bersih sudah habis tersalurkan per hari ini. Oleh karena itu, kami mengajukan permohonan bantuan susulan ke Pemprov Jatim agar penanganan warga krisis air dapat terus berjalan,” tegasnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.