Gelar Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI : Bupati Sumenep Ingin Kerja Nyata

oleh -24 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumenep tak berhenti pada seremoni semata. Malam tasyakuran yang digelar di Lapangan Kesenian Sumekar pada Rabu (19/8/2026) berubah menjadi panggung refleksi, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan langsung ke dalam pelayanan publik yang berkualitas dan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Di hadapan ribuan warga yang hadir, Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah yang diperingati setiap 17 Agustus. Lebih dari itu, kemerdekaan adalah amanah yang menuntut karya nyata, pengabdian, dan kontribusi terbaik demi kemajuan daerah.

“Kemerdekaan adalah amanah. Ia menuntut karya nyata, pengabdian, dan kontribusi terbaik untuk kemajuan Sumenep,” ujar Bupati Fauzi dengan penuh semangat.

Medan Perjuangan yang Berbeda :
Jika para pahlawan dahulu mempertaruhkan jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan, tantangan generasi sekarang tentu berbeda. Kini, perjuangan diwujudkan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, dorongan inovasi, perbaikan pelayanan publik, serta memastikan pembangunan yang inklusif dan merata.

Bupati Fauzi pun mengajak generasi muda Sumenep untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam pembangunan. “Generasi penerus harus mampu menerjemahkan semangat perjuangan melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, serta kegiatan-kegiatan positif yang membangun masa depan,” tegasnya.

Pembangunan Butuh Gotong Royong :
Dalam pidatonya, Bupati menekankan bahwa kemajuan daerah tak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Gotong royong, kepedulian sosial, dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci utama keberhasilan.

“Mengisi kemerdekaan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat,” katanya.

Perbedaan latar belakang pun diminta tak menjadi sekat, melainkan modal sosial yang memperkuat persatuan. “Kemajuan Sumenep akan semakin kokoh jika seluruh masyarakat bergerak dalam semangat kebersamaan,” tambahnya.

Semangat Kemerdekaan Harus Terlihat dalam Pelayanan :
Lebih jauh, Bupati Fauzi menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus tercermin langsung dalam kinerja seluruh jajaran pemerintah. Pelayanan publik tak boleh berhenti pada rutinitas administrasi semata, melainkan harus berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan masyarakat.

“Perjuangan hari ini kita lanjutkan melalui pembangunan, pelayanan publik yang baik, pengabdian, dan kerja keras agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.

Dari Perayaan Menuju Aksi Nyata :
Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Sumenep memang berlangsung semarak, mulai dari tingkat RT hingga kabupaten. Namun, Bupati Fauzi mengingatkan agar kemeriahan itu tidak berakhir sekadar sebagai hiburan tahunan. Setiap kegiatan harus memberi makna, mempererat persaudaraan, dan memberi dampak sosial yang nyata.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Ketika bendera sudah diturunkan dan panggung perayaan dibongkar, justru di situlah pekerjaan sesungguhnya dimulai: pelayanan yang lebih baik, pembangunan yang tepat sasaran, kepedulian sosial, dan kerja nyata dari seluruh elemen masyarakat. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.