Dishub Sampang Kesulitan Kejar Target, PAD Pelabuhan Tanglok Terancam Gagal.

oleh -19 Dilihat
oleh
banner 468x60

SAMPANG, Garudasatunews.id — Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pengelolaan Pelabuhan Tanglok, Kabupaten Sampang, berpotensi meleset jauh dari sasaran. Hingga pertengahan semester kedua tahun 2026, realisasi pendapatan masih berada di bawah 60 persen, memunculkan kekhawatiran target tahun ini tidak akan tercapai.

Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, Iwan Heri Susanto, mengakui realisasi PAD dari pengelolaan pelabuhan tersebut hingga kini baru mencapai 53,7 persen. Dari total target Rp 188 juta, pendapatan yang terkumpul baru sebesar Rp 101 juta. Belum termasuk target sewa speedboat sebesar Rp 18 juta yang realisasinya juga belum optimal, baru terhimpun Rp 10 juta.

“Jika ditotal, maka target kami keseluruhan adalah Rp 206 juta,” ungkap Iwan, Selasa (19/8/2026).

Angka target tahun ini tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 yang hanya sebesar Rp 160 juta. Kenaikan target ini didorong adanya pemangkasan Dana Transfer Ke Daerah (TKD), sehingga pemerintah daerah terdorong untuk memperbesar perolehan PAD dari berbagai sektor, termasuk pelabuhan.

Namun, Iwan mengaku menghadapi kendala berat untuk mendongkrak pendapatan. Potensi penerimaan cenderung stagnan, bahkan berpeluang menurun. Salah satu penyebabnya adalah makin sepinya peminat sewa lahan di lingkungan pelabuhan.

“Masyarakat yang menyewa lahan ada yang membayar secara dicicil. Apalagi semenjak beroperasinya Jembatan Suramadu, penyewa lahan pasir di pelabuhan mulai berkurang,” jelasnya.

Kendala lain datang dari sektor sewa tambat kapal yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan pasang surut air laut. Saat ketinggian air di bawah satu meter, kapal tidak bisa masuk dan baru dapat bersandar pada siang hari — kondisi yang terbentur dengan jam kerja operasional pelabuhan. Cuaca yang kurang bersahabat pun sering membuat pemilik kapal membatalkan sandar, sehingga pendapatan dari jasa tambat kapal tidak maksimal.

Berbagai keterbatasan tersebut membuat Dishub Sampang kesulitan mengejar target PAD yang telah ditetapkan, sekaligus menyoroti perlunya strategi baru agar pengelolaan Pelabuhan Tanglok dapat lebih produktif dan mampu menyumbang pendapatan daerah secara optimal. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.