APL Resmikan PLTS Atap, Tekan Emisi 264 Ton

oleh -32 Dilihat
oleh
APL Resmikan PLTS Atap, Tekan Emisi 264 Ton
PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) jalan Berbek Industri Waru Sidoarjo, perusahaan layanan kesehatan yang merupakan bagian dari Zuellig Pharma, memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dengan meresmikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id – PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), perusahaan layanan kesehatan yang merupakan bagian dari Zuellig Pharma, meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di fasilitas distribusinya yang berlokasi di kawasan Berbek Industri, Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Peresmian yang bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam mendukung pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mendorong pengurangan emisi karbon dari sektor industri.

Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, PLTS atap tersebut dibangun di atas area seluas sekitar 883,32 meter persegi dengan kapasitas terpasang mencapai 202,2 kilowatt peak (kWp). Sistem itu diproyeksikan mampu memproduksi energi listrik sebesar 292.237 kilowatt hour (kWh) per tahun.

Produksi energi bersih tersebut diklaim berpotensi menekan emisi karbon hingga 264 ton setara karbon dioksida (tCO2e) setiap tahun. Angka tersebut disebut setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 1.056 pohon dalam periode yang sama.

Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari, Christophe Piganiol, mengatakan pembangunan PLTS atap merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang berjalan seiring dengan upaya memperluas akses layanan kesehatan di Indonesia.

Menurut Christophe, sektor kesehatan memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya memberikan layanan kepada masyarakat, tetapi juga memastikan operasional bisnis berjalan dengan prinsip ramah lingkungan guna mendukung target energi terbarukan nasional.

Peresmian fasilitas energi surya tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Moh. Bahrul Amig, S.Sos., M.M. Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah menegaskan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam mempercepat transisi menuju penggunaan energi bersih.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menilai kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi faktor strategis dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Dukungan juga disampaikan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya. Ketua Tim Inspeksi Fasilitas Obat BBPOM Surabaya, Wahyuwasti Kiki M., S.Farm., Apt., M.Sc., menilai penerapan energi bersih di sektor distribusi kesehatan menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.

Pembangunan PLTS atap tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan PT Investasi Hijau Selaras (HIJAU), perusahaan yang bergerak di bidang solusi energi berkelanjutan. Proyek itu dirancang dengan pendekatan rekayasa teknik serta memperhatikan standar kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L) guna menjamin keandalan sistem.

Presiden Direktur HIJAU, Victor Samuel, menyatakan penerapan energi surya di sektor kesehatan memiliki nilai strategis karena sektor tersebut merupakan salah satu penopang utama pelayanan masyarakat. Menurutnya, penggunaan energi bersih dapat berjalan beriringan dengan peningkatan efisiensi operasional perusahaan.

APL mencatat fasilitas PLTS di Jawa Timur melengkapi instalasi serupa yang sebelumnya telah beroperasi di National Distribution Center Cikarang dan fasilitas distribusi di Medan. Dengan tambahan kapasitas baru tersebut, total produksi energi bersih perusahaan diperkirakan mencapai 1,4 gigawatt hour (GWh) per tahun dengan potensi pengurangan emisi karbon sekitar 1.000 tCO2e setiap tahun.

Selain pengembangan energi surya, perusahaan juga mengungkapkan rencana perluasan program keberlanjutan melalui elektrifikasi armada distribusi serta pelaksanaan audit energi pada sejumlah fasilitas operasional. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung target pengurangan emisi dan memperkuat praktik bisnis berkelanjutan di sektor layanan kesehatan nasional.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.