Tes Urine 41 WBP Lapas Probolinggo Negatif, Pisau Rakitan Disita

oleh -43 Dilihat
oleh
Tes Urine 41 WBP Lapas Probolinggo Negatif, Pisau Rakitan Disita
Sebanyak 41 WBP Lapas Probolinggo menjalani tes urine dan seluruhnya dinyatakan negatif narkoba. Razia gabungan menyasar tiga kamar hunian secara acak dan tidak menemukan telepon seluler.
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Sebanyak 41 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Probolinggo menjalani tes urine dalam rangka deteksi dini penyalahgunaan narkoba. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh WBP yang dites dinyatakan negatif. Namun, dalam razia gabungan di tiga kamar hunian, petugas menemukan sejumlah barang terlarang, termasuk silet, cutter, dan pisau rakitan.

Razia melibatkan jajaran Lapas Probolinggo, TNI, dan Polres Probolinggo Kota. Penggeledahan dilakukan secara acak sebagai bagian dari upaya pencegahan peredaran narkoba sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

KBO Satreskoba Polres Probolinggo Kota Ipda Farouk Rachmad mengatakan sinergi antarlembaga diperlukan untuk mempersempit ruang penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas. Pemeriksaan dilakukan melalui penggeledahan kamar dan tes urine terhadap penghuni.

Dari tiga kamar yang diperiksa, petugas tidak menemukan telepon seluler maupun narkoba. Namun, ditemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian, antara lain botol kaca, kabel, korek, skrim, pisau cukur, silet, cutter, dan pisau rakitan.

Hasil tes urine terhadap 41 WBP menjadi salah satu indikator penting dalam pemeriksaan tersebut. Seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba.

Meski demikian, temuan benda tajam menjadi perhatian tersendiri. Petugas mengamankan barang-barang tersebut karena berpotensi digunakan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban. Hingga penggeledahan selesai, tidak ada WBP yang mengakui kepemilikan pisau rakitan yang ditemukan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pengawasan di dalam kamar hunian tidak hanya berkaitan dengan pencegahan narkoba. Pengendalian terhadap barang-barang berbahaya juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan.

Kepala Lapas Probolinggo Bayu Muhammad mengatakan razia rutin dan insidental terus dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar lingkungan Lapas tetap aman, tertib, dan kondusif.

Razia tersebut juga merupakan tindak lanjut Edaran Dirjenpas Nomor PAS 61.0T.02.02 Tahun 2026 tentang peningkatan kewaspadaan dalam rangka deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan serta ketertiban pada lembaga pemasyarakatan, lembaga pembinaan khusus anak, dan rumah tahanan negara di seluruh Indonesia.

Selain penggeledahan, tes urine secara acak dilaksanakan di Aula Dr. Sahardjo. Pemeriksaan melibatkan jajaran perawatan dan pengamanan Lapas, KPLP, Administrasi Keamanan dan Ketertiban, serta personel TNI dan Polres Probolinggo Kota.

Bayu menegaskan pemeriksaan urine merupakan langkah preventif untuk memastikan lingkungan Lapas terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Pengawasan akan terus dilakukan secara konsisten, sementara temuan benda tajam menjadi bahan evaluasi untuk memperketat pengawasan terhadap barang yang masuk maupun berada di kamar hunian.

Dengan seluruh hasil tes urine dinyatakan negatif, perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana Lapas memastikan barang-barang berbahaya tidak kembali masuk atau tersimpan di dalam kamar hunian. Penguatan pengawasan menjadi penting agar keamanan tetap terjaga dan proses pembinaan WBP dapat berlangsung secara tertib.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.