SUMENEP, Garudasatunews.id – Upaya warga Dusun Somangkaan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, mencari sumber air bersih berubah menjadi ancaman serius setelah sumur bor milik Zamroni mengeluarkan gas berbau menyengat menyerupai belerang.
Peristiwa tersebut terjadi saat proses pengeboran mencapai kedalaman sekitar 20 meter. Warga yang awalnya berharap menemukan sumber air justru mencium aroma tajam dari dalam lubang bor yang diduga berasal dari gas berbahaya.
Kepala Desa Karduluk, Ahmad Faruq, mengungkapkan warga sempat melakukan uji sederhana dengan mendekatkan bahan mudah terbakar seperti daun kering, sabut kelapa, dan kayu ke mulut lubang bor untuk memastikan reaksi gas.
Hasilnya, indikasi bahaya semakin jelas ketika pekerja mencoba menyalakan korek api di atas pipa paralon. Api tiba-tiba muncul dari dalam lubang, menandakan adanya kandungan gas yang mudah terbakar.
Menyadari potensi ledakan, pekerja langsung melakukan langkah darurat dengan menutup lubang menggunakan kain basah hingga api berhasil dipadamkan. Namun, bau menyengat masih terus tercium di sekitar lokasi.
Pemerintah desa segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengidentifikasi jenis gas yang muncul serta menentukan langkah penanganan lanjutan. Kekhawatiran warga meningkat seiring belum adanya kepastian terkait tingkat bahaya gas tersebut.
Aparat keamanan dari Polsek Prenduan dan Koramil Pragaan turun langsung ke lokasi. Area sumur bor dipasangi garis polisi untuk mencegah warga mendekat, sekaligus mengantisipasi potensi risiko ledakan atau paparan gas berbahaya.
Peristiwa ini membuka potensi adanya kandungan gas bawah tanah yang belum terpetakan, sekaligus menjadi peringatan serius atas risiko pengeboran tanpa pengawasan teknis memadai di kawasan permukiman. (Red-Garudasatunews)















