Festival Ketupat Sumenep, Tradisi Disulap Ajang Kreatif

oleh -42 Dilihat
oleh
Festival Ketupat Sumenep, Tradisi Disulap Ajang Kreatif
Peserta lomba menganyam ketupat di Pantai Lombang Sumenep.
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Festival Ketupat 2026 di kawasan Pantai Lombang, Kamis (26/03/2026), dengan mengangkat kreasi anyaman ketupat sebagai daya tarik utama. Kegiatan ini tak sekadar seremoni budaya, tetapi menjadi upaya mempertahankan tradisi di tengah minimnya regenerasi keterampilan anyaman khas Lebaran.

Ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar hingga masyarakat umum, memadati area pesisir untuk mengikuti lomba menganyam ketupat. Mereka berlomba menghadirkan bentuk-bentuk unik yang tidak hanya terbatas pada ketupat umum (katopa’ sangoh), tetapi juga variasi lain seperti katopa’ toju’, katopa’ kope’, katopa’ bhâbâng, katopa’ jhârân hingga katopa’ masjid.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi yang selama ini dianggap sederhana ternyata memiliki ragam bentuk dan nilai estetika yang tinggi. Namun di sisi lain, keterampilan menganyam ketupat mulai jarang dikuasai generasi muda, sehingga festival ini dinilai sebagai langkah intervensi budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Sumenep, Faruk Hanafi, menyatakan kegiatan ini dirancang untuk menjaga kesinambungan tradisi sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat. “Festival ini menjadi sarana mempererat silaturahmi serta melestarikan warisan budaya lokal,” ujarnya.

Selain lomba anyaman, panitia juga menggelar lomba menu olahan ketupat yang diikuti perangkat daerah, hotel, dan restoran. Peserta menghadirkan berbagai inovasi kuliner berbasis ketupat dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan cita rasa tradisional.

Penilaian dalam lomba menganyam ketupat difokuskan pada kerapian, kreativitas bentuk, serta ketelatenan peserta. Sementara pada lomba menu, aspek inovasi rasa dan penyajian menjadi indikator utama.

Melalui festival ini, Pemkab Sumenep mencoba mengangkat kembali nilai ekonomi dan budaya dari tradisi ketupat, sekaligus mendorong masyarakat untuk tidak sekadar menjadikannya simbol Lebaran, tetapi juga potensi kreatif yang bernilai lebih. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.