MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto mengoptimalkan program pembinaan kemandirian berbasis peternakan kambing bagi warga binaan. Program ini diklaim sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus implementasi program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan dipusatkan di area Bimbingan Kerja (Bimker) dengan melibatkan warga binaan secara aktif, mulai dari pengelolaan kandang, pemberian pakan hingga perawatan kesehatan ternak. Pola pembinaan ini tidak hanya berorientasi pada pelatihan teknis, tetapi juga pembentukan disiplin dan tanggung jawab kerja.
Namun demikian, efektivitas program ini dalam mendukung ketahanan pangan secara luas masih menjadi pertanyaan, mengingat skala produksi yang terbatas di lingkungan lapas. Meski begitu, pihak lapas menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam proses pembinaan warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyatakan program tersebut dirancang untuk memberikan bekal keterampilan produktif bagi warga binaan setelah bebas. “Program ini diharapkan menjadi bekal nyata agar warga binaan mampu mandiri dan berkontribusi setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Selain sebagai sarana pelatihan, hasil peternakan kambing juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan internal lapas serta menciptakan nilai tambah ekonomi di lingkungan pemasyarakatan.
Pihak lapas menegaskan akan terus mengembangkan program pembinaan berbasis kemandirian dengan pendekatan produktif. Targetnya, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga keluar dengan keterampilan yang dapat digunakan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri. (Red-Garudasatunews)














