SUMENEP MENUNGGU TEROBOSAN, SELAMAT DATANG PARA KABID BARU.

oleh -24 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20260925-WA0009

Garuda satu new Sumenep_Puluhan pejabat berbaris rapi. Jas hitam, peci hitam, dasi merah, kepalan tangan ke depan. Foto yang selalu sama setiap tahun. Sakral di Pendopo Agung Keraton Sumenep, tapi terasa rutin di mata masyarakat.

Jumat, 25 September 2026 pemerintah Sumenep kembali melantik sejumlah pejabat kepala bidang (Kabid), Tempatnya megah. Sumpahnya khidmat. Tapi pertanyaannya, setelah foto ini diunggah di media sosial dinas, apa yang berubah?

Kita terlalu sering terjebak dalam seremoni.

Pelantikan Kabid di Sumenep seringkali dimaknai sebagai penyegaran struktur. Padahal yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar pergeseran nama di bagan organisasi. Yang dibutuhkan adalah pergeseran cara berpikir.

Ada 3 penyakit lama yang harus ditinggalkan para Kabid baru ini:

1. Penyakit Asal Bapak Senang (ABS)
Sebelumnya Wabup sudah mengingatkan, jabatan itu amanah untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan atasan. Kabid adalah jembatan. Kalau jembatannya hanya menghadap ke atas, ke Bupati dan Kepala Dinas, maka aspirasi dari bawah tidak akan pernah sampai. Beranilah berkata data yang sebenarnya, meski pahit.

2. Penyakit Kerja di Balik Meja
Foto pelantikan ini diambil di dalam pendopo Tapi masalah Sumenep ada di luar: jalan desa yang rusak di Kangayan, layanan kesehatan di Raas yang lambat, petani garam yang kesulitan pupuk, anak muda yang menganggur di Kota. Kabid baru jangan betah di meja. Turun. Harapan kami, 30 hari pertama setelah dilantik, bukan laporan yang tebal, tapi daftar masalah riil yang ditemui di lapangan.

3. Penyakit Program Copy-Paste
Sumenep tidak kekurangan program. Yang kurang adalah program yang tepat sasaran. Jangan sampai Kabid baru hanya melanjutkan program lama dengan mengganti cover proposal. Inovasi yang dimaksud Wabup bukan soal membuat aplikasi baru yang tidak dipakai. Inovasi adalah membuat izin usaha yang dulu 7 hari menjadi 1 hari. Membuat data bantuan yang dulu tumpang tindih menjadi akurat.

Kepalan tangan dalam foto itu seharusnya bukan hanya gaya untuk kamera. Itu adalah simbol energi baru, seperti yang dikatakan Wabup Imam Hasyim.

Masyarakat Sumenep tidak akan mengingat siapa yang memakai dasi merah dan siapa yang tidak dalam foto itu. Masyarakat hanya akan mengingat satu hal: setelah mereka dilantik, apakah pelayanan di dinas menjadi lebih cepat? Apakah lebih mudah ditemui? Apakah lebih jujur?

Selamat bekerja untuk para Kabid yang baru dilantik. Jas hitam Anda yang baru itu akan cepat usang. Peci Anda akan pudar. Tapi integritas, jika Anda jaga sejak hari pertama di pendopo itu, akan dikenang warga Sumenep lebih lama dari foto ini.

Jangan kecewakan kepalan tangan Anda sendiri.

Dikutip dari : inyoman Sudirman

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.