SPBU Disanksi, Pasokan Pertalite di Sampang Terhenti

oleh -17 Dilihat
oleh
SPBU Disanksi, Pasokan Pertalite di Sampang Terhenti
Pengelola SPBU mengakui stok Pertalite kosong selama beberapa hari terakhir.
banner 468x60

SAMPANG, Garudasatunews.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Jalan Raya Pliyang, Kabupaten Sampang, memicu keluhan masyarakat. Sejumlah pengendara mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite dalam beberapa hari terakhir dan terpaksa membeli BBM nonsubsidi dengan harga lebih tinggi.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai penyebab terhentinya distribusi Pertalite di salah satu SPBU yang menjadi tujuan utama masyarakat setempat untuk memperoleh BBM bersubsidi.

Salah seorang pengendara, Ubed, mengaku berulang kali mendatangi SPBU tersebut untuk membeli Pertalite. Namun, setiap kali datang, petugas selalu menyampaikan bahwa stok sedang kosong.

“Sudah beberapa kali saya datang ke SPBU itu untuk membeli Pertalite, tetapi selalu diberitahu stoknya kosong. Akhirnya saya terpaksa membeli Pertamax daripada harus berkeliling mencari SPBU lain,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Kelangkaan yang berlangsung beberapa hari itu memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warga menduga kekosongan stok Pertalite berkaitan dengan upaya mendorong konsumen beralih menggunakan BBM nonsubsidi.

Menanggapi hal tersebut, Pengawas SPBU setempat, Agus Kurniawan, membenarkan bahwa pasokan Pertalite ke SPBU Jalan Raya Pliyang memang dihentikan sementara. Namun, ia menegaskan kondisi itu bukan bagian dari strategi penjualan BBM nonsubsidi.

Menurut Agus, penghentian distribusi Pertalite merupakan dampak dari sanksi yang dijatuhkan oleh Pertamina kepada pihak SPBU.

“Iya benar, sudah beberapa hari ini kosong. Kami sedang terkena sanksi dari Pertamina,” kata Agus.

Ia menjelaskan, sanksi tersebut diduga berkaitan dengan temuan penjualan BBM menggunakan jeriken yang sempat viral di media sosial dan diduga melibatkan salah satu pegawai SPBU.

“Kemarin sempat viral karena ada dugaan pegawai kami melayani pembelian BBM menggunakan jeriken. Karena itu kami dikenai sanksi dan untuk sementara tidak mendapat pasokan Pertalite,” jelasnya.

Meski penyebab penghentian pasokan telah disampaikan pihak SPBU, hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai durasi sanksi maupun waktu normalisasi distribusi Pertalite. Sementara itu, isu mengenai dugaan kelangkaan Pertalite dan Solar di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang yang disebut-sebut mendorong masyarakat beralih ke BBM nonsubsidi masih menjadi perhatian publik dan memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.