Serangan Tikus Ancam Produksi Padi Pacitan

oleh -18 Dilihat
oleh
Serangan Tikus Ancam Produksi Padi Pacitan
Hama Tikus Mengganas, Petani Pacitan Keluhkan Ancaman Gagal Panen
banner 468x60

PACITAN, Garudasatunews.id – Serangan hama tikus yang meluas di sejumlah kawasan pertanian Kabupaten Pacitan mulai memicu kekhawatiran petani terhadap potensi penurunan hasil panen. Meski berbagai metode pengendalian telah dilakukan, populasi hama dinilai masih sulit ditekan dan terus mengancam tanaman padi yang memasuki masa produktif.

Petani di Kecamatan Tulakan, Tupani, mengungkapkan bahwa serangan tikus telah berlangsung sejak awal masa tanam. Upaya pengendalian mulai dari pemasangan perangkap, penggunaan racun hingga pengasapan telah dilakukan secara mandiri, namun belum memberikan hasil yang signifikan.

“Sudah semua cara kami lakukan, tapi tikus tidak hilang. Kalau diracun, malah tikus dari tempat lain datang dan menyerang tanaman yang lain,” ujar Tupani, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, persoalan hama tikus kini menjadi keluhan utama para petani di wilayahnya. Hampir setiap pertemuan di area persawahan maupun lingkungan desa selalu diwarnai pembahasan mengenai langkah penanggulangan yang dinilai belum efektif.

“Setiap hari kalau bertemu sesama petani yang dibahas ya cara membasmi tikus. Tapi sampai sekarang juga belum bisa teratasi,” katanya.

Kondisi serupa dialami Budi, petani asal Desa Gembuk, Kecamatan Kebonagung. Ia memperkirakan produksi gabah pada musim panen tahun ini akan mengalami penurunan cukup tajam akibat kerusakan tanaman yang disebabkan serangan tikus.

“Sampai bikin malas bertani karena serangannya parah dan sulit dibasmi,” ungkapnya.

Budi menjelaskan, satu petak sawah miliknya yang pada musim normal mampu menghasilkan sekitar 19 sak gabah, kini diperkirakan tidak akan mencapai separuh dari jumlah tersebut. Penurunan hasil panen itu dinilai berpotensi berdampak pada pendapatan petani apabila serangan hama tidak segera terkendali.

Meningkatnya serangan tikus di sejumlah sentra pertanian Pacitan menjadi perhatian para petani karena berpotensi menekan produktivitas padi. Mereka berharap adanya langkah pengendalian yang lebih terintegrasi dan efektif guna mencegah kerugian yang lebih besar pada musim tanam maupun musim panen berikutnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.