Seleksi Disabilitas Tuli Disorot Soal Akses Kerja

oleh -101 Dilihat
oleh
Seleksi Disabilitas Tuli Disorot Soal Akses Kerja
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar seleksi kerja bagi penyandang disabilitas Tuli
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menyoroti persoalan minimnya akses kerja bagi penyandang disabilitas Tuli dengan menggelar seleksi tenaga kerja bersama PT Bumi Berkah Boga (Kopi Kenangan). Program rekrutmen yang berlangsung di Gedung Pusat Pasar Kerja Jakarta, Senin (11/5/2026), itu diklaim menjadi langkah konkret membuka peluang kerja yang lebih setara bagi kelompok disabilitas.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, mengungkapkan seleksi kerja tersebut mempertemukan langsung pencari kerja penyandang disabilitas Tuli dengan pihak perusahaan melalui proses berbasis kompetensi.

“Kegiatan ini membuka ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kompetensi dan potensi di dunia kerja,” kata Estiarty.

Namun di balik pelaksanaan seleksi itu, Kemnaker mengakui masih terdapat tantangan serius dalam sistem rekrutmen tenaga kerja bagi penyandang disabilitas. Hambatan komunikasi hingga keterbatasan pendampingan selama proses seleksi disebut menjadi persoalan utama yang kerap membuat pencari kerja disabilitas tersisih dari dunia kerja formal.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kemnaker memperkuat peran Pengantar Kerja yang bertugas melakukan job matching, job counselling, hingga menjadi penghubung antara perusahaan dan pencari kerja disabilitas.

“Pengantar Kerja memastikan proses penempatan tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan pekerjaan, tetapi juga menjembatani kebutuhan komunikasi dan kompetensi secara tepat,” ujarnya.

Data Kemnaker mencatat saat ini terdapat 1.859 Pengantar Kerja yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Mereka ditempatkan di lingkungan Kemnaker, Balai Pelatihan Kerja, Dinas Ketenagakerjaan daerah, hingga Unit Layanan Disabilitas.

Dalam proses wawancara kerja tersebut, Parakerja turut dilibatkan untuk mendukung komunikasi menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia agar peserta penyandang disabilitas Tuli dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi secara inklusif.

Kemnaker menilai keterlibatan dunia usaha masih menjadi faktor penting dalam memperluas akses kerja bagi penyandang disabilitas. Pemerintah mendorong perusahaan swasta tidak hanya membuka lowongan formalitas, tetapi benar-benar menyediakan sistem kerja yang ramah disabilitas dan berkelanjutan.

Estiarty berharap pola rekrutmen inklusif seperti yang dilakukan bersama Kopi Kenangan dapat diperluas di berbagai sektor usaha guna menekan kesenjangan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

“Ini bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.