DPRD Surabaya Desak Pencegahan Zoonosis Lebih Proaktif

oleh -21 Dilihat
oleh
DPRD Surabaya Desak Pencegahan Zoonosis Lebih Proaktif
Ning Ais menilai deteksi dini, edukasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah paling efektif.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Asfar, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat langkah pencegahan penyakit zoonosis secara lebih proaktif menjelang musim hujan. Penguatan deteksi dini, edukasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor dinilai harus dilakukan sejak awal untuk menekan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia sebelum terjadi peningkatan kasus.

Pernyataan tersebut disampaikan Ais Shafiyah Asfar atau Ning Ais pada Jumat (24/7/2026). Menurutnya, strategi pencegahan akan jauh lebih efektif apabila dilaksanakan sebelum muncul lonjakan kasus, bukan setelah kondisi memburuk.

“Langkah pencegahan harus dilakukan sejak awal. Jangan menunggu kasus meningkat baru bergerak. Edukasi dan kesiapsiagaan akan jauh lebih efektif apabila dipersiapkan sebelum musim hujan datang,” ujarnya.

Ning Ais mengapresiasi upaya Pemkot Surabaya yang terus memperkuat deteksi dini, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta membangun koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman penyakit zoonosis. Namun, ia menilai langkah tersebut perlu diperluas hingga menjangkau seluruh lingkungan permukiman agar informasi mengenai pencegahan penyakit dapat diterima secara merata.

Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah pencegahan penyakit zoonosis, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan benar, menggunakan alas kaki saat melintasi genangan air, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi.

Ia juga menegaskan bahwa edukasi kesehatan tidak cukup hanya dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan. Pelibatan RT/RW, kader kesehatan, institusi pendidikan, hingga komunitas masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi dan membangun kesadaran kolektif terhadap pencegahan penyakit.

Selain edukasi, Ning Ais menilai pengendalian zoonosis memerlukan dukungan lingkungan yang sehat. Upaya seperti pemeliharaan drainase, pengendalian populasi tikus, pengelolaan kebersihan kawasan permukiman, serta vaksinasi hewan peliharaan sesuai ketentuan menjadi bagian dari strategi pencegahan yang harus dijalankan secara berkelanjutan.

Ia turut menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga dan organisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, pengendalian penyakit zoonosis bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan membutuhkan sinergi lintas instansi agar langkah pencegahan berjalan efektif dan berkesinambungan.

“Harapannya, budaya hidup bersih dan peduli kesehatan semakin mengakar di tengah masyarakat. Dengan edukasi yang konsisten serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Surabaya diharapkan lebih siap menghadapi musim hujan sekaligus meminimalkan risiko penyebaran penyakit zoonosis,” kata Ning Ais.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan narasumber dan mengedepankan prinsip keberimbangan serta kepentingan publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta tidak memuat identitas maupun informasi yang bertentangan dengan ketentuan perlindungan anak dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak Dewan Pers.

(Red-Garudasatunews)*

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.