Tahun Ajaran Baru, Penerima MBG Bondowoso Berkurang

oleh -22 Dilihat
oleh
Tahun Ajaran Baru, Penerima MBG Bondowoso Berkurang
Sejumlah siswa di SDN Taman berbincang sembari menikmati MBG dari SPPG Taman Krocok.
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Pergantian tahun ajaran 2026/2027 menyebabkan perubahan jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso. Penyesuaian tersebut terjadi akibat perubahan data sasaran penerima manfaat, namun pelayanan dipastikan tetap berjalan sesuai standar operasional Badan Gizi Nasional (BGN).

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Taman Krocok, Syukron, menjelaskan jumlah penerima manfaat mengalami penurunan dari sebelumnya 2.050 orang menjadi 1.951 orang atau berkurang sebanyak 99 penerima manfaat. Menurutnya, perubahan itu merupakan konsekuensi dari pergantian tahun ajaran, ketika jumlah peserta didik yang lulus lebih banyak dibandingkan peserta didik baru yang masuk.

“Berkurang 99 penerima manfaat. Ini karena pergantian tahun ajaran. Yang lulus lebih banyak daripada yang masuk,” ujar Syukron, Jumat (24/7/2026).

Penyesuaian data penerima manfaat juga terjadi pada kelompok B3 yang meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Berdasarkan data SPPG Taman Krocok, jumlah penerima manfaat pada kelompok tersebut saat ini tercatat sebanyak 308 orang.

Syukron menerangkan, berkurangnya jumlah penerima kelompok B3 dipengaruhi perubahan status sasaran. Sejumlah balita telah memasuki usia sekolah sehingga masuk dalam kategori peserta didik penerima MBG, sedangkan sebagian ibu menyusui telah menyelesaikan masa pendampingan sesuai ketentuan program.

“Ada penurunan karena balita sudah masuk sekolah. Ibu menyusui juga sudah selesai masa pendampingannya,” katanya.

Meski demikian, jumlah penerima manfaat kelompok B3 masih memenuhi ketentuan teknis yang ditetapkan BGN. Berdasarkan petunjuk teknis program, setiap SPPG diwajibkan memiliki sedikitnya 300 penerima manfaat dari kelompok B3.

“Sesuai juknis BGN, minimal ada 300 penerima manfaat B3. Saat ini kami masih memenuhi ketentuan tersebut,” jelas Syukron.

Ia menegaskan perubahan komposisi penerima manfaat tidak memengaruhi kualitas layanan. Seluruh proses, mulai dari pengolahan bahan pangan, pengemasan, hingga distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat, tetap dilaksanakan sesuai standar operasional dan ketentuan yang berlaku.

“Walaupun ada penyesuaian jumlah penerima manfaat, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh sasaran MBG,” tegasnya.

SPPG Taman Krocok juga memastikan setiap menu yang disalurkan memenuhi standar gizi, higienitas, dan keamanan pangan sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas layanan sekaligus mendukung tujuan program dalam meningkatkan status gizi masyarakat sesuai pedoman Badan Gizi Nasional.

Hingga berita ini diterbitkan, tidak terdapat informasi yang menunjukkan adanya gangguan distribusi maupun penurunan kualitas pelayanan akibat perubahan jumlah penerima manfaat. Penyesuaian yang dilakukan merupakan bagian dari pembaruan data penerima berdasarkan dinamika tahun ajaran baru dan ketentuan teknis program.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.