TULUNGAGUNG, Garudasatunews.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi yang diusulkan sebagai kawasan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tulungagung. Survei lapangan tersebut menjadi bagian dari tahapan verifikasi teknis sebelum proyek pembangunan memasuki fase pelaksanaan yang dijadwalkan dimulai pada Oktober 2026.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Efif Sakti Wibowo, mengatakan tim dari Kementerian PU melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan lahan. Aspek yang menjadi perhatian meliputi ketersediaan jaringan listrik, sumber air bersih, akses transportasi, hingga kondisi vegetasi yang masih berada di area pembangunan.
“Hasil survei menunjukkan tim menilai lahan yang diusulkan telah memenuhi persyaratan dasar. Kami berharap proses pembangunan dapat segera direalisasikan sesuai jadwal tahun ini,” ujar Efif, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, kawasan Sekolah Rakyat dirancang memiliki fasilitas pendidikan yang terintegrasi dengan sarana olahraga serta asrama bagi peserta didik. Lokasi pembangunan berada di kawasan sekitar Rusunawa Jepun yang merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Sebagai bagian dari penguatan aksesibilitas, pemerintah juga merencanakan pembangunan dua jembatan menuju kawasan sekolah. Satu akses memanfaatkan jalur dari Rusunawa Jepun, sementara satu jembatan lainnya akan dibangun di sisi timur kawasan guna mendukung mobilitas menuju kompleks pendidikan.
Efif memastikan kebutuhan infrastruktur dasar seperti pasokan listrik dan air telah tersedia sehingga dinilai mampu mendukung operasional Sekolah Rakyat setelah pembangunan selesai.
Selain itu, lahan yang saat ini masih ditanami tebu disebut sudah tidak lagi terikat kontrak pemanfaatan sehingga dapat dipersiapkan untuk pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.
Luas lahan yang diusulkan mencapai sekitar 5,2 hektare dan terdiri atas dua bidang yang dipisahkan aliran sungai. Pembagian tersebut telah disesuaikan dengan rencana tata ruang kawasan pendidikan.
Lahan di sisi utara Rusunawa Jepun direncanakan menjadi pusat fasilitas olahraga, sedangkan bidang lahan di sisi timur akan difokuskan untuk pembangunan gedung pembelajaran, asrama, serta fasilitas penunjang lainnya.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyatakan pembangunan Sekolah Rakyat masuk dalam pelaksanaan tahap III program nasional. Berdasarkan rencana awal, proses konstruksi diperkirakan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan sejak pekerjaan dimulai.
Jika seluruh tahapan administrasi dan teknis berjalan sesuai jadwal, pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Tulungagung akan dimulai pada Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar yang terintegrasi.
(Red-Garudasatunews)














