Prabowo Targetkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

oleh -39 Dilihat
oleh
Prabowo Targetkan Swasembada Pangan Berkelanjutan
Presiden RI Prabowo Subianto menyebut swasembada pangan merupakan target besar yang tidak mudah dicapai.
banner 468x60

GORONTALO, Garudasatunews.id – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa target swasembada pangan nasional tidak hanya ditujukan untuk dicapai dalam jangka pendek, melainkan menjadi fondasi kemandirian pangan Indonesia secara berkelanjutan di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 di GOR David-Tony, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Dalam keterangannya, Prabowo mengakui bahwa upaya mencapai swasembada pangan merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan komitmen, konsistensi kebijakan, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan. Ia menyoroti bahwa dalam sejarah Indonesia, capaian swasembada pangan pernah diraih pada tahun 1984, namun berlangsung dalam waktu terbatas.

“Kita swasembada pangan tidak ringan. Dalam sejarah Indonesia baru sekali kita swasembada pangan. Kalau tidak salah 1984, satu tahun. Kita yakin, kita swasembada pangan tidak hanya untuk satu tahun. Untuk seterusnya, kita akan swasembada pangan,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama negara karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, persoalan ketersediaan pangan tidak dapat dipandang lebih rendah dibanding isu pembangunan lainnya.

Prabowo juga mengingatkan adanya ancaman krisis pangan global yang berpotensi memengaruhi berbagai negara. Karena itu, Indonesia dinilai perlu memperkuat kapasitas produksi pangan domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

“Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada yang lebih genting dari perut lapar. Saya kira nggak ada yang lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau nggak segera diisi, ya dia mati. Dan PBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa sektor pertanian dan perkebunan merupakan bidang yang hasilnya tidak dapat diperoleh secara instan. Setiap komoditas memiliki siklus produksi berbeda sehingga membutuhkan waktu sebelum memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan ketahanan pangan nasional.

Ia mencontohkan, tanaman padi memerlukan waktu sekitar tiga bulan untuk dipanen, sementara kelapa sawit membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk menghasilkan. Adapun tanaman singkong memerlukan waktu sekitar sepuluh bulan sebelum dapat dipanen.

Menurut Prabowo, berbagai program yang telah dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil yang dapat diukur. Salah satu indikator yang disebutnya mulai terlihat adalah peningkatan kapasitas produksi pangan nasional yang diarahkan untuk mendukung target swasembada secara berkelanjutan.

“Upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan di depan mata, bukan di depan mata, nyata, yaitu swasembada pangan,” ujarnya.

Pernyataan Presiden tersebut menegaskan bahwa agenda swasembada pangan menjadi salah satu fokus strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional, sekaligus mengantisipasi risiko gangguan pasokan pangan global yang diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.