
SURABAYA, Garudasatunews.id — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur meminta masyarakat tidak panik menyikapi kelangkaan Pertalite di beberapa daerah. Pemprov Jatim memastikan bahwa kondisi yang terjadi bukanlah kelangkaan stok, melainkan adanya penataan ulang sistem distribusi oleh Pemerintah Pusat.
Penjelasan teknis mengenai tata kelola baru ini dijadwalkan akan diumumkan resmi oleh kementerian terkait paling lambat pada 1 Juli 2026.
Kondisi Lapangan & Respons Pemprov :
– Wilayah Terdampak : Surabaya, Jombang, Sampang, dan Ponorogo.
– Status Stok : Dipastikan tidak habis, melainkan dalam proses pengaturan alokasi.
– Kebijakan Informasi : Menggunakan prinsip one-gate policy (satu pintu) menunggu arahan Jakarta.
Plt Kepala Dinas ESDM Jatim, Aftabuddin Rijaluzzaman, menyatakan bahwa koordinasi antarlebaga telah dilakukan. Kendati demikian, daerah wajib menghormati jurisdiksi Pemerintah Pusat terkait tata niaga BBM subsidi.
”Ini ranah dan kewenangan Pemerintah Pusat, bukan provinsi. Kami diminta menunggu hingga maksimal 1 Juli nanti. Begitu statement resmi keluar, kami akan langsung bergerak untuk mengawal implementasinya di Jawa Timur,” jelas Aftabuddin pada Kamis (25/6).(adc)















