Bayu Skak: Pendidikan Hybrid Berpotensi Jadi Standar Baru

oleh -17 Dilihat
oleh
Bayu Skak Pendidikan Hybrid Berpotensi Jadi Standar Baru
outuber Indonesia, Bayu Skak saat di Sheraton Hotel Surabaya.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Content Creator dan YouTuber Bayu Skak menyoroti percepatan transformasi digital di sektor pendidikan dan menilai sistem pembelajaran hybrid berpotensi menjadi standar baru bagi institusi pendidikan di Indonesia. Pandangan tersebut disampaikan dalam gelaran Product Launching Erilila Lab for STEAM Education yang berlangsung di Surabaya, Selasa (23/6/2026).

Dalam forum diskusi edukasi tersebut, Bayu menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar wacana masa depan, melainkan realitas yang telah berlangsung dan menuntut respons cepat dari dunia pendidikan. Menurutnya, lembaga pendidikan perlu beradaptasi agar metode pembelajaran tetap relevan dengan karakter generasi saat ini.

Pemanfaatan platform digital dalam proses belajar-mengajar dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Kehadiran sistem pembelajaran berbasis teknologi disebut mampu menghadirkan metode yang lebih interaktif sekaligus mengurangi kejenuhan yang kerap muncul dalam pola pembelajaran konvensional.

Dalam diskusi itu, Bayu juga mengungkapkan pengalaman masa sekolah yang menurutnya identik dengan metode pembelajaran yang kaku. Ia menilai perkembangan teknologi pendidikan saat ini membuka peluang terciptanya suasana belajar yang lebih menarik dan partisipatif.

“Era saya masih mengalami masa-masa hukuman rotan. Itu membuat sekolah menjadi tidak menyenangkan dan membosankan. Jika saat itu sudah ada sistem seperti sekarang, saya ingin kembali merasakan pengalaman belajar tersebut,” ujar Bayu.

Lebih lanjut, Bayu menekankan bahwa kreativitas harus diwujudkan dalam bentuk solusi nyata atas berbagai persoalan. Karena itu, inovasi pendidikan berbasis digital dinilai mampu menjawab kebutuhan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ia menilai konsep hybrid yang menggabungkan interaksi tatap muka dengan dukungan teknologi digital merupakan model yang layak dikembangkan lebih luas. Menurutnya, jika implementasi sistem tersebut berjalan efektif dan mendapat dukungan berbagai pihak, bukan tidak mungkin model hybrid akan menjadi acuan baru dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

Selain itu, Bayu mengingatkan pentingnya peningkatan literasi digital di kalangan tenaga pendidik. Guru didorong untuk tidak hanya memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga aktif memproduksi konten edukatif yang kreatif dan sesuai kebutuhan peserta didik.

Penguatan kompetensi digital guru dan pengembangan sistem pembelajaran hybrid dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, inovatif, dan sesuai dengan tuntutan era digital.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.