Petugas Haji Berangkat, Sorotan Profesionalisme Menguat

oleh -38 Dilihat
oleh
Petugas Haji Berangkat, Sorotan Profesionalisme Menguat
Pembekalan dan pemantapan para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026. [Foto: MCH]
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Sebanyak 348 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Jeddah, Jumat (17/4/2026). Keberangkatan rombongan perdana ini menandai dimulainya fase krusial pelayanan dan perlindungan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Sebelum keberangkatan, para petugas menjalani pembekalan intensif di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (16/4/2026) malam. Pembekalan ini disebut sebagai upaya pemantapan kesiapan teknis dan mental, meski dilakukan setelah jeda panjang libur Ramadan yang berpotensi memengaruhi ritme kerja.

Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah, Chandra Sulistio Reksoprodjo, menegaskan pentingnya momentum ini untuk mengembalikan fokus penuh petugas di lapangan. Ia mengingatkan bahwa peran petugas tidak sekadar administratif, melainkan membawa citra negara di mata internasional.

Peringatan keras juga disampaikan terkait kepatuhan terhadap aturan di Arab Saudi, termasuk disiplin dalam berperilaku dan kepatuhan terhadap regulasi bea cukai. Hal ini mengindikasikan adanya potensi kerawanan pelanggaran yang dapat berdampak pada reputasi Indonesia jika tidak diantisipasi sejak awal.

Selain itu, aspek kedisiplinan penggunaan atribut resmi menjadi perhatian. Identitas petugas yang jelas dinilai krusial untuk memastikan jemaah dapat mengakses bantuan secara cepat di tengah padatnya aktivitas ibadah haji.

Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah, Harun Al-Rasyid, menyoroti tantangan puncak pelaksanaan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia menekankan perlunya kesiapan fisik dan mental ekstra, mengingat fase tersebut kerap menjadi titik kritis pelayanan akibat lonjakan jemaah.

Rombongan awal ini dijadwalkan langsung menempati pos pelayanan di Daerah Kerja Bandara dan Madinah guna memastikan kesiapan fasilitas sebelum kedatangan kloter pertama jemaah. Langkah ini menjadi indikator awal efektivitas koordinasi dan kesiapan sistem pelayanan haji tahun 2026.

Di tengah besarnya ekspektasi publik, keberangkatan ini sekaligus menjadi ujian nyata bagi profesionalisme petugas dalam menjaga kualitas layanan dan nama baik Indonesia di kancah global. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.