Pertamax Melonjak 32 Persen, Beban Konsumen Bertambah

oleh -19 Dilihat
oleh
Pertamax Melonjak 32 Persen, Beban Konsumen Bertambah
Ilustrasi SPBU
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green secara nasional mulai Rabu (10/6/2026). Kebijakan tersebut membuat harga Pertamax (RON 92) melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Berdasarkan data penyesuaian harga yang diumumkan perusahaan, kenaikan Pertamax mencapai Rp3.950 per liter atau sekitar 32 persen dibandingkan harga sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi salah satu penyesuaian harga terbesar yang terjadi sepanjang tahun 2026 untuk produk BBM nonsubsidi.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian. Menurutnya, kebijakan tersebut juga telah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator sektor energi.

Pertamina menjelaskan bahwa tren kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir menjadi faktor utama yang memengaruhi evaluasi harga BBM nonsubsidi. Selain itu, perhitungan harga pasar keekonomian turut menjadi dasar dalam penetapan harga terbaru yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

Di tengah kenaikan signifikan pada Pertamax dan Pertamax Green, sejumlah produk BBM nonsubsidi lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax Turbo tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Sementara itu, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami penyesuaian. Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi bertahan di angka Rp6.800 per liter. Kebijakan tersebut disebut sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga energi global.

Kenaikan harga Pertamax diperkirakan berdampak langsung terhadap biaya operasional kendaraan pribadi maupun sektor transportasi yang menggunakan BBM nonsubsidi. Dengan tambahan biaya hampir Rp4.000 per liter, pengguna kendaraan roda dua dan roda empat berpotensi menghadapi peningkatan pengeluaran harian yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Meski terjadi lonjakan harga, Pertamina memastikan ketersediaan stok Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta dapat diakses masyarakat melalui seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia.

Daftar Harga BBM Pertamina Berlaku 10 Juni 2026:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Biosolar Subsidi: Rp6.800 per liter
  • Pertamax: Rp16.250 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
  • Dexlite: Rp23.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.