Penghargaan PWI untuk Said Disorot, Apa Ukurannya?

oleh -21 Dilihat
oleh
Penghargaan PWI untuk Said Disorot, Apa Ukurannya
Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id — Ketua Banggar DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Dyandra Convention Hall, Kamis (16/4/2026).

Penghargaan tersebut disebut diberikan atas kinerja Said dalam merumuskan kebijakan fiskal nasional. Namun, tidak dijelaskan secara rinci indikator penilaian maupun parameter terukur yang digunakan dalam pemberian apresiasi tersebut.

Sekretaris DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksono, yang mewakili penerimaan penghargaan, menyebut pengakuan itu sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Said dalam menjaga arah kebijakan fiskal tetap berpihak pada masyarakat.

“Ini puncak Hari Pers Nasional, dan kader kami mendapatkan penghargaan dari PWI,” ujarnya.

Menurut Deni, Said dinilai mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan stabilitas ekonomi masyarakat melalui kebijakan fiskal yang tidak membebani publik. Klaim tersebut, bagaimanapun, belum disertai data pembanding atau indikator kuantitatif yang dipaparkan ke publik dalam forum tersebut.

Selain Said Abdullah, penghargaan juga diberikan kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, atas inovasi kebijakan di tingkat daerah. Pemberian penghargaan kepada dua figur publik ini memunculkan pertanyaan mengenai proses seleksi serta independensi penilaian oleh organisasi profesi pers.

Deni menilai penghargaan tersebut sebagai cerminan bahwa kebijakan publik mendapat perhatian dari kalangan media. Ia juga menyebut capaian itu sebagai indikator bahwa program yang dijalankan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Namun demikian, tidak dijelaskan secara terbuka metodologi penilaian, termasuk apakah melibatkan kajian independen atau hanya berbasis persepsi internal organisasi.

Dalam pernyataannya, Deni juga menekankan pentingnya peran pers dalam mengawal kebijakan publik dan menyampaikan informasi secara objektif di tengah derasnya arus informasi media sosial.

“Pers harus tetap menyuarakan kebenaran dan menjadi penyeimbang,” tegasnya.

Momentum Hari Pers Nasional ini sekaligus menyoroti relasi antara pembuat kebijakan dan insan pers, terutama dalam menjaga batas profesionalisme agar apresiasi tidak mengaburkan fungsi kontrol sosial media terhadap kekuasaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari PWI Jatim terkait kriteria detail, proses seleksi, serta dasar evaluasi dalam pemberian penghargaan kepada Said Abdullah dan penerima lainnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.