Kuliner Banyuwangi Resmi Masuk Menu Kereta Api

oleh -19 Dilihat
oleh
Kuliner Banyuwangi Resmi Masuk Menu Kereta Api
Foto ilustrasi Kuliner Banyuwangi Resmi Masuk Menu Kereta Api
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Penumpang kereta api yang melintasi wilayah Banyuwangi kini dapat menikmati sajian kuliner khas daerah tersebut langsung di dalam perjalanan. Langkah ini merupakan hasil kerja sama KAI Services dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk menghadirkan cita rasa Banyuwangi ke dalam layanan restorasi kereta api.

Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengungkapkan bahwa dua UMKM yang dipercaya memasok menu khas Banyuwangi adalah Warung Mbok Wah dan Srengenge Wetan. Kedua pelaku usaha tersebut dikenal sebagai penyedia kuliner tradisional yang telah memiliki pasar tersendiri di Banyuwangi.

Warung Mbok Wah menghadirkan menu andalannya berupa nasi tempong, makanan khas Banyuwangi yang terkenal dengan sambal pedas berbahan tomat ranti. Dalam layanan kereta api, tersedia tiga varian menu, yakni nasi tempong ayam, nasi tempong udang, dan nasi tempong telur.

Sementara itu, Srengenge Wetan menyuplai sejumlah menu khas daerah seperti ayam lodho, nasi bakar, plencing ayam, serta nasi tempong ayam yang kini dapat dinikmati para penumpang selama perjalanan.

“Seluruh kuliner ini bisa dinikmati di kereta api yang berelasi dengan stasiun Banyuwangi,” ujar Nyoman.

Menu khas Banyuwangi tersebut tersedia di sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh yang melayani rute dari dan menuju Banyuwangi, antara lain KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang, KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen–Ketapang, KA Wijaya Kusuma relasi Cilacap–Ketapang, serta KA Logawa relasi Purwokerto–Banyuwangi.

Region Head Regional 9 Jember KAI Services, Yullyandra Mursyal, menjelaskan bahwa menu lokal Banyuwangi mulai dipasarkan di restorasi kereta sejak Mei 2026. Meski baru diperkenalkan, respons penumpang dinilai cukup tinggi.

Menurutnya, dalam setiap perjalanan kereta, rata-rata 10 hingga 20 porsi menu khas Banyuwangi terjual. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat penumpang terhadap sajian kuliner lokal yang disajikan selama perjalanan.

“Menu ini dimasak langsung oleh mitra UMKM sehingga kualitas rasa tetap terjaga. Setelah dimasak, makanan dikirim dari stasiun kepada kami untuk kemudian dipasarkan melalui layanan restorasi kereta,” kata Yullyandra.

KAI Services berharap kehadiran menu khas Banyuwangi tidak hanya memperkaya pilihan makanan bagi penumpang, tetapi juga menjadi sarana promosi kuliner daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM lokal melalui akses pasar yang lebih luas di sektor transportasi nasional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.