Pencurian 7 Laptop Pemkab Magetan, Data Dipulihkan

oleh -26 Dilihat
oleh
Pencurian 7 Laptop Pemkab Magetan, Data Dipulihkan
Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan Welly Kristanto.
banner 468x60

MAGETAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Magetan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan perkantoran setelah kasus pencurian tujuh unit laptop di lingkungan Kantor Pemkab Magetan. Langkah ini diambil di tengah proses penanganan kasus sekaligus upaya memastikan keamanan aset dan data pemerintahan tetap terjaga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Welly Kristanto, mengungkapkan bahwa sebagian besar data penting yang sebelumnya dikhawatirkan hilang telah berhasil dipulihkan. Pemulihan dilakukan melalui perangkat lain serta sistem cadangan yang dimiliki masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Saat ini, sejumlah OPD masih melakukan penelusuran lanjutan terkait posisi data dan aset yang terdampak akibat insiden tersebut. Bagian hukum dan organisasi juga turut dilibatkan dalam proses inventarisasi ulang.

“Teman-teman yang dari bagian hukum dan bagian organisasi itu mencari yang data kemarin ada di mana,” ujar Welly.

Terkait penggantian perangkat yang hilang, Pemkab Magetan memastikan akan mengikuti mekanisme penganggaran yang berlaku. Pengadaan laptop pengganti akan dimasukkan dalam periode anggaran berikutnya sesuai kebutuhan masing-masing OPD.

“Untuk laptopnya ya otomatis nanti di periode penganggaran berikutnya nanti menyesuaikanlah. Dianggarkan kembali,” kata Welly.

Dari hasil pendalaman sementara, terdapat informasi bahwa dua unit laptop yang hilang disebut merupakan perangkat pribadi. Pemerintah daerah masih akan melakukan klarifikasi lebih lanjut terkait mekanisme penyelesaiannya.

“Kalau yang pribadi nanti saya tanya kepala bagiannya ya, gimana penyelesaiannya,” tambahnya.

Di sisi lain, Pemkab Magetan menilai dampak kehilangan data tidak signifikan terhadap layanan administrasi. Sebagian besar data disebut masih dapat diakses karena tersimpan di perangkat lain maupun sistem cadangan.

“Sebagian besar sudah bisa dicari katanya. Kan ada di komputer yang lain. Bagian besar sudah ditemukan kembali,” jelas Welly.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah langsung melakukan evaluasi sistem keamanan, termasuk penataan ulang posisi kamera pengawas (CCTV) dan fasilitas pemantauan di lingkungan kantor. Evaluasi juga menemukan perlunya perbaikan posisi monitor agar lebih efektif digunakan petugas keamanan.

“Kemudian yang kedua adalah monitor. Ternyata monitornya untuk lihat CCTV itu terlalu tinggi. Kemarin sudah disepakati untuk diturunkan,” ujarnya.

Selain aspek teknis, Pemkab Magetan juga menekankan penguatan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan gedung, termasuk mekanisme penyerahan dan pengelolaan kunci ruang kerja.

“Nah, kemudian yang terpenting adalah SOP. Jadi SOP siapa yang tanggung jawab nutup, siapa yang tanggung jawab kunci,” tegas Welly.

Menanggapi isu kekurangan personel Satpol PP, Sekda menegaskan bahwa pengamanan tetap dapat berjalan optimal dengan dukungan sistem CCTV yang memadai. Menurutnya, pengawasan berbasis teknologi menjadi faktor penting dalam memperkuat keamanan aset daerah.

“Enggak, saya pikir kalau CCTV-nya sudah lengkap kan personel tinggal memantau saja,” pungkasnya.

Pemkab Magetan saat ini masih menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum, sembari menuntaskan evaluasi internal untuk memperkuat sistem pengamanan dan mencegah kejadian serupa terulang di lingkungan perkantoran pemerintah.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.