Bahlil Desak PLN Perketat Sistem, Soroti Gangguan Jawa

oleh -61 Dilihat
oleh
LLDIKTI VII Dorong Kampus Cetak Lulusan Siap Kerja
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta PT PLN (Persero) segera memperkuat langkah mitigasi secara terukur menyusul pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh untuk mencegah berulangnya gangguan pasokan listrik nasional.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Bahlil menerima laporan gangguan sistem kelistrikan yang berdampak di sejumlah daerah dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah. Ia menekankan PLN harus memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal, termasuk identifikasi titik-titik rawan yang berpotensi memicu gangguan pasokan.

Bahlil juga mengonfirmasi telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo untuk mempercepat penanganan serta memperkuat sistem mitigasi. Ia menilai langkah antisipatif tidak lagi bersifat opsional, melainkan menjadi prioritas utama mengingat tingginya konsumsi listrik di Pulau Jawa.

Di tengah munculnya spekulasi publik mengenai penyebab pemadaman, Bahlil membantah gangguan tersebut disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara. Ia menegaskan, kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik nasional telah dijamin melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang mewajibkan pasokan dalam negeri.

Ia merinci, kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun, sementara alokasi nasional berada pada kisaran 180 hingga 190 juta ton. Dengan kapasitas tersebut, pemerintah menilai ketersediaan bahan bakar pembangkit masih dalam kondisi aman dan tidak menjadi faktor utama gangguan.

Karena itu, Kementerian ESDM menduga persoalan lebih mengarah pada aspek teknis operasional pembangkit serta pengelolaan sistem distribusi listrik. PLN diminta memperketat pengawasan, meningkatkan keandalan sistem, serta mempercepat respons perbaikan terhadap gangguan yang memicu pemadaman bergilir.

Sebelumnya, PLN menjelaskan gangguan pasokan listrik dipicu oleh masalah teknis pada dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara yang dikelola dalam skema Independent Power Producer (IPP) atau swasta.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut kedua pembangkit tersebut mengalami gangguan teknis hingga harus keluar dari sistem kelistrikan Jawa. Kondisi itu menyebabkan berkurangnya pasokan daya dan memaksa operator melakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir.

PLN mengklaim telah menurunkan tim teknis untuk mempercepat proses pemulihan dan perbaikan di kedua pembangkit tersebut. Upaya ini dilakukan untuk menstabilkan kembali sistem kelistrikan dan meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

Pemadaman bergilir tercatat terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa, termasuk Cirebon, Depok, Tangerang Selatan, hingga Semarang, dengan durasi pemadaman yang bervariasi selama proses penanganan berlangsung.

Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan infrastruktur ketenagalistrikan nasional, khususnya di Pulau Jawa yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan industri. Keandalan pasokan listrik dinilai krusial bagi stabilitas produksi, layanan publik, dan aktivitas masyarakat.

Pemerintah bersama PLN kini diminta memastikan penanganan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menyasar perbaikan sistemik pada jaringan pembangkit, transmisi, serta mekanisme mitigasi gangguan ke depan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.