PDI Perjuangan Rawat Situs Leluhur Magetan

oleh -14 Dilihat
oleh
PDI Perjuangan Rawat Situs Leluhur Magetan
PAC PDIP Kecamatan Parang saat bergotong royong membersihkan kawasan Punden Krapyak atau makam Joko Mustakim yang berada di Desa Sayutan, Minggu (21/6/2026)
banner 468x60

MAGETAN, Garudasatunews.id – Kegiatan peringatan Bulan Bung Karno di Kabupaten Magetan tidak hanya berhenti pada agenda seremonial, namun juga menyasar pelestarian situs-situs budaya yang tersebar di tingkat desa. Sejumlah kader PDI Perjuangan di berbagai kecamatan terlibat dalam aksi perawatan punden, makam tokoh leluhur, hingga situs sejarah yang selama ini menjadi penanda identitas sosial masyarakat.

Gerakan perawatan tersebut dilaksanakan melalui Pengurus Anak Cabang (PAC) di Kecamatan Karangrejo, Maospati, Lembeyan, Parang, dan Magetan. Kegiatan yang dilakukan meliputi kerja bakti pembersihan area situs, pengecatan fasilitas, hingga penataan lingkungan sekitar lokasi yang memiliki nilai historis bagi warga desa.

Di Kecamatan Karangrejo, kader bersama warga melakukan pembersihan dan pengecatan di Punden Desa Gebyok. Di Maospati, kegiatan serupa dilakukan di Punden Desa Klagen Gambiran dengan fokus pada perbaikan pagar dan lingkungan sekitar. Sementara itu, di Lembeyan, perawatan dilakukan pada tiga titik punden di Desa Nguri yang selama ini menjadi ruang aktivitas budaya masyarakat setempat.

Di wilayah Parang, kegiatan gotong royong dipusatkan di Punden Krapyak atau makam Joko Mustakim di Desa Sayutan. Adapun di Kecamatan Magetan, kerja bakti dilakukan di kawasan Makam Eyang Yosonegoro yang berada di Kelurahan Tambran. Seluruh kegiatan tersebut dihimpun dalam program Gerakan Merawat Pertiwi yang digelar dalam rangka Bulan Bung Karno.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Nanang Sapto Aji, menyebut keberadaan punden dan situs leluhur bukan sekadar ruang spiritual, melainkan juga bagian dari arsip sejarah sosial masyarakat desa yang perlu dijaga keberlanjutannya.

Menurutnya, tanpa perawatan yang berkelanjutan, jejak sejarah lokal berisiko tergerus oleh perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga memori kolektif masyarakat.

Pernyataan tersebut selaras dengan gagasan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang menekankan pentingnya kesadaran sejarah melalui pesan “Jas Merah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Sejumlah kegiatan perawatan situs di Magetan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya masih sangat bergantung pada konsistensi gerakan sosial di tingkat akar rumput. Namun, belum semua situs memiliki sistem perawatan rutin yang terstruktur, sehingga keberlanjutan program ini dinilai masih membutuhkan pengawasan dan komitmen jangka panjang dari berbagai pihak.

Melalui Gerakan Merawat Pertiwi, kader PDI Perjuangan Magetan mendorong agar pelestarian punden dan situs leluhur tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi bagian dari kerja berkelanjutan dalam menjaga identitas desa dan memperkuat hubungan antargenerasi di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.