Pasokan PDAM Terhenti, Warga Campurejo Antre Air

oleh -50 Dilihat
oleh
Pasokan PDAM Terhenti, Warga Campurejo Antre Air
Warga Campurejo Kediri Antre Air Tangki Akibat Gangguan PDAM
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Ratusan warga Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, terpaksa mengantre bantuan air bersih setelah pasokan air dari PDAM Kota Kediri terhenti akibat gangguan pada fasilitas produksi. Hingga Rabu (10/6/2026), proses perbaikan pompa produksi yang menjadi sumber gangguan dilaporkan masih berlangsung dan belum sepenuhnya memulihkan layanan.

Terhentinya distribusi air bersih sejak tengah malam menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Kebutuhan dasar rumah tangga seperti memasak, mandi, mencuci, hingga penyediaan air minum harus dipenuhi melalui bantuan distribusi air menggunakan truk tangki.

Di sejumlah titik distribusi, warga terlihat membawa berbagai wadah penampung air untuk mendapatkan pasokan yang dibagikan secara darurat. Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat karena belum terdapat kepastian waktu normalisasi layanan.

Tokoh Komunitas Peduli Kediri (KPK), Roy Kurnia, mengatakan dirinya menerima banyak laporan dari warga terkait terhentinya pasokan air bersih di wilayah Campurejo. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan respons cepat karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Mohon perhatian secepatnya dari Wali Kota Kediri. Air PDAM di wilayah Campurejo sudah mati sejak tengah malam dan sampai sekarang belum mengalir,” ujar Roy, Rabu (10/6/2026).

Roy menilai pemerintah daerah bersama PDAM perlu mempercepat langkah penanganan sekaligus memastikan distribusi bantuan air berjalan merata ke seluruh wilayah terdampak. Ia juga mengusulkan penambahan armada pengangkut air bersih untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga.

“Tolong warga segera didroping air tangki dan ditempatkan di dekat Musholla Tulus Al-Ikhlas, belakang Kantor Kelurahan Campurejo,” katanya.

Selain penanganan darurat, Roy mendorong Pemerintah Kota Kediri menyiapkan solusi jangka panjang guna mengantisipasi gangguan serupa di masa mendatang. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pembangunan sumur darurat sebagai sumber pasokan alternatif ketika sistem distribusi utama mengalami kendala.

“Kalau pasokan dari rumah pompa sudah tidak mencukupi, Pemkot perlu membuat sumur darurat agar kebutuhan air warga tetap terpenuhi,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa distribusi bantuan air bersih dinilai belum sepenuhnya menjangkau seluruh kawasan terdampak. Sejumlah lingkungan RT, kata dia, masih menunggu bantuan meski gangguan layanan telah berlangsung selama beberapa jam.

“Sampai sekarang RT kami belum mendapat droping. Perlu tambahan armada dari Damkar, DLHKP, bahkan water canon jika diperlukan untuk mempercepat distribusi,” ujarnya.

Menurut Roy, kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan karena pelanggan PDAM tetap memenuhi kewajiban pembayaran rekening air setiap bulan, sementara layanan yang mereka terima mengalami gangguan cukup signifikan.

Sementara itu, PDAM Kota Kediri melalui kanal layanan resminya menyampaikan bahwa distribusi bantuan air bersih telah dilakukan ke sejumlah titik terdampak sebagai langkah darurat selama proses perbaikan pompa produksi berlangsung. PDAM juga menyatakan terus melakukan pemantauan jaringan distribusi dan percepatan perbaikan agar layanan dapat kembali normal serta kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama masa gangguan berlangsung.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.