Ribuan Petugas Buru Usaha Tak Terdeteksi di Lumajang

oleh -34 Dilihat
oleh
Ribuan Petugas Buru Usaha Tak Terdeteksi di Lumajang
Pelepasan 1.161 petugas sensus ekonomi di Kabupaten Lumajang, Selasa (10/6/2026).
banner 468x60

LUMAJANG, Garudasatunews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang akan memfokuskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 pada penelusuran berbagai aktivitas usaha yang selama ini belum teridentifikasi dalam basis data resmi pemerintah. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain usaha berbasis digital atau e-commerce, jasa konstruksi rumahan, serta berbagai usaha rumah tangga yang beroperasi tanpa jejak fisik yang mudah dikenali.

Upaya tersebut dilakukan melalui pendataan lapangan yang dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.161 petugas sensus yang telah dilepas Pemerintah Kabupaten Lumajang akan diterjunkan untuk menyisir seluruh wilayah, termasuk daerah pelosok yang selama ini berpotensi luput dari pendataan statistik.

Kepala BPS Lumajang, Mochammad Sonhaji, mengungkapkan bahwa seluruh petugas telah dibekali data awal Wilayah Kerja Statistik (Wilkerstat) sebagai dasar pemetaan sasaran pendataan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada unit usaha yang terlewat dalam proses sensus.

“Jadi karena istilahnya ini sensus ekonomi, maka akan didata dan kita lihat unit-unit usaha tanpa terkecuali hingga di pelosok,” kata Sonhaji, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, setiap Petugas Pendataan Lapangan (PPL) ditargetkan menghimpun data dari sedikitnya 12 responden per hari melalui metode door to door. Strategi tersebut dinilai penting mengingat masih banyak aktivitas ekonomi masyarakat yang berlangsung tanpa identitas usaha yang terlihat secara langsung.

Sonhaji menegaskan, fenomena berkembangnya usaha berbasis rumah tangga dan platform digital menjadi tantangan tersendiri dalam pendataan ekonomi. Karena itu, sensus kali ini diarahkan untuk mengungkap potensi ekonomi yang selama ini belum tercermin dalam data resmi.

“Jadi, ada kemungkinan di rumah tangga itu ada usaha-usaha yang tidak terlihat, tidak kasat mata seperti misalnya konstruksi, usaha-usaha online. Ini kita harapkan di pendataan SE 2026,” ujarnya.

Untuk menjamin validitas hasil sensus, seluruh data yang dikumpulkan petugas lapangan akan diverifikasi secara berjenjang oleh Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) di bawah koordinasi Koridor Statistik Kecamatan (KOSEKA). Pengawasan dilakukan secara berkala selama masa pendataan berlangsung.

“Nah, tentu seluruh pergerakan di lapangan akan dikawal dan dimonitor setiap harinya secara berkala mulai tanggal 15 Juni sampai dengan 31 Agustus,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menilai hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi instrumen penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Karena itu, akurasi dan keterbukaan data dari masyarakat dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan sensus.

Ia meminta petugas mampu membangun komunikasi yang baik dengan responden agar informasi yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi riil dunia usaha di masyarakat.

“Saya bilang kepada seluruh petugas sensus harus pandai-pandai mengolah kata, merayu kepada koresponden agar mereka berkata dengan sebenar-benarnya,” ujar Indah.

Pemerintah Kabupaten Lumajang juga menginstruksikan seluruh camat untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna mendukung kelancaran pelaksanaan sensus. Masyarakat diimbau menerima petugas yang datang dengan identitas resmi dan memberikan data secara jujur agar hasil pendataan menghasilkan gambaran ekonomi yang akurat.

“Saya imbau kepada seluruh masyarakat Lumajang yang didatangi oleh petugas sensus. Mohon untuk menerima mereka dengan baik, senang hati dan menyampaikan data sebenar-benarnya supaya hasilnya juga akurat dan valid,” ungkapnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.