Motor Listrik Rp17 Juta Raib Saat Warga Jogging di Alun-alun Probolinggo

oleh -23 Dilihat
oleh
Motor Listrik Rp17 Juta Raib Saat Warga Jogging di Alun-alun Probolinggo
Niat berolahraga di Alun-alun Kota Probolinggo justru berujung petaka bagi Sadyaswati Dyah, warga Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan.
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Motor listrik milik Sadyaswati Dyah, warga Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, diduga dicuri saat ditinggal jogging di kawasan Alun-alun Kota Probolinggo, Minggu (4/10/2026) pagi.

Kendaraan listrik merek Viar yang ditaksir bernilai sekitar Rp17 juta itu sebelumnya diparkir di sekitar gerbang utama Alun-alun dari arah Jalan Suroyo. Korban mengaku telah memastikan kendaraannya terkunci ganda sebelum meninggalkannya untuk berolahraga.

Sadyaswati mengatakan dirinya rutin berolahraga dengan mengelilingi alun-alun hingga tujuh putaran. Namun, setelah menyelesaikan aktivitas tersebut, motor listrik yang sebelumnya berada di lokasi parkir sudah tidak ada.

“Saya selalu ke mana-mana sudah dikunci ganda. Sudah saya pastikan terkunci baik, karena saya rutin muter alun-alun tujuh kali putaran,” kata Sadyaswati.

Korban kemudian mencari keberadaan kendaraannya dan menanyakan kepada juru parkir yang bertugas. Namun, menurut Sadyaswati, petugas tersebut mengaku tidak mengetahui keberadaan motor listrik miliknya.

“Hanya bilang enggak tahu,” ujarnya.

Sorotan Sistem Parkir

Peristiwa tersebut tidak hanya menyisakan kerugian materi bagi korban, tetapi juga menyoroti sistem pengawasan kendaraan di kawasan ruang publik tersebut.

Sadyaswati mengungkapkan, kendaraan yang diparkir di lokasi tersebut tidak mendapatkan karcis parkir. Ia juga menyebut juru parkir lain yang baru datang justru ikut membantu pencarian kendaraan setelah dirinya mengetahui motor telah hilang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Alun-alun Kota Probolinggo merupakan salah satu ruang publik yang ramai digunakan masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas. Peristiwa kehilangan kendaraan dapat menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pengawasan dan pengelolaan parkir di kawasan tersebut.

Motor Menjadi Kendaraan Aktivitas Sehari-hari

Motor listrik tersebut dibeli Sadyaswati sekitar dua tahun lalu dengan harga sekitar Rp17 juta. Kendaraan itu selama ini digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan Sadyaswati sebagai Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) AKB Wiroborang.

“Kalau meliput ke mana-mana saya naik itu,” tuturnya.

Meski mengalami kerugian cukup besar, pada awalnya Sadyaswati mengaku belum melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Ia menyatakan pesimistis kendaraan yang hilang dapat ditemukan, antara lain karena pengalaman kehilangan kendaraan milik tetangganya.

“Tidak, percuma. Punya tetangga saya hilang, laporan polisi juga nggak ketemu,” katanya.

Namun, perkembangan berikutnya menunjukkan kendaraan tersebut akhirnya kembali. Pada Minggu petang, motor listrik itu ditemukan berada di depan rumah korban. Sadyaswati mengaku tidak mengetahui siapa yang mengantarkan kendaraan tersebut. Bahkan, kunci ganda yang sebelumnya digunakan juga disebut tidak ada.

Peristiwa ini menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai bagaimana kendaraan tersebut dapat berpindah dari lokasi parkir di alun-alun hingga kembali ke rumah korban. Hingga perkembangan terakhir, identitas pihak yang mengembalikan kendaraan dan mekanisme hilangnya kunci ganda tersebut belum diketahui secara pasti.

Kasus tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pengelola kawasan dan pihak terkait untuk mengevaluasi pengawasan area parkir, sistem pencatatan kendaraan, serta aspek keamanan pengunjung agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.