SUMENEP, Garudasatunews.id – Puluhan mahasiswi Universitas Ibrahimy (UNIB) Situbondo melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas Kangean Energy Indonesia (KEI) di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan fokus edukasi pengelolaan dan pengolahan limbah.
Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan limbah dilakukan di lingkungan fasilitas industri migas. Sebelum memasuki fasilitas pengolahan, para mahasiswa mengikuti sesi diskusi mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara serius dan bertanggung jawab.
Salah satu mahasiswi UNIB, Lilik Rahmawati, mengatakan pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa pengelolaan limbah tidak sekadar berkaitan dengan kewajiban administratif perusahaan. Menurutnya, pengelolaan limbah memiliki kaitan langsung dengan keberlanjutan lingkungan dan kelancaran kegiatan operasional.
Dari sisi edukasi, kunjungan lapangan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membandingkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan akademik dengan praktik pengelolaan limbah di lapangan. Mereka dapat melihat tahapan penanganan limbah sekaligus memahami pentingnya prosedur dalam mencegah dampak terhadap lingkungan.
Pengelolaan limbah menjadi aspek penting dalam kegiatan industri migas karena aktivitas produksi berpotensi menghasilkan berbagai jenis limbah dengan karakteristik berbeda. Karena itu, penanganannya membutuhkan prosedur, fasilitas, serta pengawasan yang sesuai dengan ketentuan lingkungan hidup.
Sejumlah kajian mengenai kegiatan industri di wilayah Kangean juga menunjukkan pentingnya pengelolaan dan pemantauan lingkungan, mengingat kawasan Pagerungan Besar berada dalam ekosistem kepulauan yang memiliki sumber daya pesisir dan laut.
Dalam konteks tersebut, edukasi kepada mahasiswa dinilai tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga memperkenalkan pentingnya tanggung jawab lingkungan dalam kegiatan industri. Terlebih, wilayah operasional KEI berada di Pulau Pagerungan Besar yang merupakan bagian dari Kecamatan Sapeken, Sumenep.
Kunjungan mahasiswa juga memperlihatkan bahwa isu pengelolaan limbah dapat menjadi bagian penting dari pembelajaran berbasis lapangan. Pengetahuan mengenai pemilahan, penanganan, penyimpanan hingga pengelolaan limbah menjadi bekal untuk memahami tantangan lingkungan secara lebih konkret.
Dokumen akademik mengenai operasional KEI di Pagerungan juga mencatat adanya fasilitas penyimpanan limbah B3 sebelum limbah tersebut dikirim kepada pihak yang menangani pengelolaan limbah secara khusus.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa pengelolaan lingkungan harus berjalan beriringan dengan aktivitas industri. Sementara bagi masyarakat dan pemangku kepentingan, keterbukaan terhadap edukasi semacam ini dapat menjadi salah satu cara memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pengawasan lingkungan di wilayah kepulauan.
Kunjungan UNIB Situbondo ke fasilitas KEI dengan demikian tidak berhenti pada kegiatan melihat fasilitas industri. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran mengenai bagaimana aktivitas produksi, pengelolaan limbah dan tanggung jawab terhadap lingkungan harus berjalan secara berkelanjutan.
(Red-Garudasatunews)














