Sekolah Rakyat Ngawi Mulai Beroperasi, Tampung 220 Siswa

oleh -17 Dilihat
oleh
Sekolah Rakyat Ngawi Mulai Beroperasi, Tampung 220 Siswa
Sekolah Rakyat Ngawi Mulai Beroperasi, Orang Tua Siswa: Terima Kasih Presiden Prabowo
banner 468x60

NGAWI, Garudasatunews.id – Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mulai beroperasi dengan menampung 220 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Program pendidikan berkonsep asrama tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Pengoperasian Sekolah Rakyat Ngawi mendapat respons dari orang tua siswa. Sartini, warga Kecamatan Kendal, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena anaknya, Nindya Prastica Kirana, memperoleh kesempatan bersekolah melalui program tersebut.

Menurut Sartini, keberadaan Sekolah Rakyat membantu keluarga kurang mampu sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak yang menghadapi hambatan melanjutkan pendidikan untuk kembali mengejar cita-cita.

Pernyataan itu disampaikan Sartini saat berdialog dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul ketika meninjau Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi, Sabtu (19/9/2026). Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum melihat langsung pelaksanaan awal program pendidikan tersebut.

Tampung 220 Siswa, Masih Ada Penjangkauan

Sekolah Rakyat Ngawi saat ini menampung 220 siswa. Rinciannya, 18 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 112 siswa SMA.

Pemerintah masih melakukan penjangkauan calon peserta didik, terutama pada jenjang SD. Proses penerimaan siswa dilakukan melalui penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok Desil 1 dan 2.

Setelah dilakukan asesmen, pemerintah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Pusat Statistik, serta pemerintah daerah. Hasilnya kemudian diplenokan sebelum penetapan siswa.

Mekanisme tersebut menjadi salah satu titik penting dalam pelaksanaan program, mengingat ketepatan sasaran menjadi bagian utama dari tujuan Sekolah Rakyat.

Dari Lahan Pemkab hingga Gedung Permanen

Berbeda dengan sejumlah daerah yang lebih dahulu menjalankan Sekolah Rakyat melalui fasilitas sementara, Kabupaten Ngawi langsung mengusulkan lahan untuk pembangunan gedung permanen.

Gus Ipul menyebut fasilitas tersebut ke depan ditargetkan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Sekolah menerapkan konsep boarding school sehingga pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

Namun, fase awal operasional juga menjadi tahap yang membutuhkan pengawasan. Para siswa harus beradaptasi dengan lingkungan pendidikan dan pola kehidupan berasrama. Karena itu, Gus Ipul meminta pemerintah daerah memastikan siswa mendapatkan pendampingan, bimbingan, pengawasan, serta penguatan selama proses pendidikan berlangsung.

Perlindungan Anak Jadi Perhatian

Pelaksanaan Sekolah Rakyat juga menempatkan lingkungan pendidikan yang aman sebagai bagian penting. Dalam dialog dengan siswa dan orang tua, Gus Ipul mengingatkan agar tidak terjadi perundungan, kekerasan fisik maupun bentuk kekerasan lainnya, intoleransi, serta radikalisme di lingkungan sekolah.

Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyatakan Pemkab Ngawi akan terus mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya bersama pemerintah pusat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dengan kapasitas yang masih jauh dari target akhir, perhatian publik selanjutnya akan tertuju pada proses penjangkauan siswa, ketepatan sasaran penerima manfaat, kualitas pendidikan, serta pengawasan perlindungan anak selama sekolah berasrama tersebut berkembang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.