Tempat Rongsokan di Jombang Terbakar, Rugi Rp30 Juta

oleh -21 Dilihat
oleh
Tempat Rongsokan di Jombang Terbakar, Rugi Rp30 Juta
Petugas melakukan pemadaman tempat usaha rongsokan di Jombang yang terbakar hebat, Minggu, 16/8/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Tempat usaha rongsokan di wilayah Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ludes terbakar. Kebakaran diduga dipicu sisa pembakaran sampah yang kemudian merembet ke tumpukan material rongsokan yang mudah terbakar. Kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Peristiwa kebakaran itu menjadi perhatian karena lokasi usaha menyimpan berbagai material bekas yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap api. Tumpukan barang rongsokan membuat api cepat membesar sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan petugas pemadam kebakaran.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sumber api diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi. Dugaan tersebut masih menjadi dasar informasi awal dan tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai kepastian penyebab kebakaran sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke lingkungan sekitar. Material rongsokan yang sebagian mudah terbakar menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman dan pendinginan.

Tidak ada informasi mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian utama berupa kerusakan serta musnahnya material dan bagian tempat usaha yang terdampak kebakaran. Nilai kerugian ditaksir sekitar Rp30 juta.

Peristiwa ini sekaligus kembali menyoroti risiko keselamatan pada usaha penyimpanan barang bekas, terutama apabila terdapat aktivitas pembakaran sampah di dekat tumpukan material mudah terbakar. Pengawasan terhadap sumber api dan penerapan langkah pencegahan menjadi penting untuk menghindari kejadian serupa.

Sebelumnya, sejumlah kasus kebakaran tempat usaha rongsokan di wilayah Mojoagung juga dikaitkan dengan sumber api dari aktivitas pembakaran maupun puntung rokok. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa material rongsokan memerlukan pengelolaan dan pengamanan yang lebih ketat untuk menekan potensi kebakaran.

Dengan demikian, kebakaran kali ini bukan sekadar persoalan kerugian pemilik usaha, tetapi juga menjadi pengingat mengenai pentingnya memastikan sumber api benar-benar padam sebelum ditinggalkan, terlebih di lokasi yang dipenuhi material mudah terbakar.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.