Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Pemantau Suhu Motor IoT

oleh -31 Dilihat
oleh
Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Pemantau Suhu Motor IoT
Mahasiswa Teknik Elektro Untag Surabaya, Fendy Febianto Ahmad, menciptakan alat pemantau suhu mesin motor berbasis IoT. Prototipe menggunakan tiga sensor suhu yang menampilkan kondisi mesin melalui layar LCD.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Inovasi berbasis Internet of Things (IoT) kembali lahir dari kalangan akademisi. Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berhasil mengembangkan alat pemantau suhu mesin sepeda motor berbasis IoT yang dirancang untuk membantu pengguna mendeteksi kondisi mesin secara real time.

Perangkat tersebut dikembangkan sebagai solusi atas persoalan yang kerap dihadapi pengendara, yakni meningkatnya suhu mesin yang berpotensi memicu kerusakan apabila tidak terpantau dengan baik. Dengan memanfaatkan teknologi sensor dan konektivitas internet, alat ini mampu mengirimkan informasi suhu mesin secara langsung kepada pengguna melalui perangkat digital yang terhubung.

Pengembangan teknologi ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan akademik, tetapi juga menjawab tantangan nyata di lapangan. Sistem pemantauan yang dirancang memungkinkan pengguna mengetahui kondisi mesin tanpa harus melakukan pemeriksaan manual secara berkala.

Dari sisi fungsi, alat tersebut bekerja dengan membaca perubahan suhu pada mesin kendaraan menggunakan sensor yang terintegrasi. Data yang diperoleh kemudian dikirim dan ditampilkan secara digital sehingga pengguna dapat memantau kondisi mesin kapan saja. Apabila terjadi peningkatan suhu yang tidak normal, sistem dapat memberikan informasi lebih cepat sehingga potensi kerusakan dapat diantisipasi sejak dini.

Inovasi ini dinilai relevan dengan perkembangan teknologi otomotif yang semakin mengarah pada digitalisasi dan konektivitas. Pemanfaatan IoT dalam kendaraan roda dua membuka peluang lahirnya berbagai fitur pendukung keselamatan dan efisiensi perawatan kendaraan.

Selain memberikan manfaat bagi pengguna sepeda motor, hasil riset tersebut juga menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan teknologi terapan yang memiliki nilai guna bagi masyarakat. Kehadiran alat pemantau suhu mesin berbasis IoT menjadi bukti bahwa perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam mendorong pengembangan teknologi yang aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Dari perspektif pendidikan, pengembangan alat ini memperlihatkan sinergi antara teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan implementasi teknologi di lapangan. Sementara dari sudut pandang industri otomotif, inovasi tersebut berpotensi menjadi langkah awal menuju sistem pemantauan kendaraan yang lebih cerdas dan terintegrasi.

Ke depan, pengembangan teknologi serupa diharapkan dapat terus ditingkatkan agar memiliki fitur yang lebih lengkap, termasuk kemampuan analisis kondisi mesin secara lebih mendalam. Dengan demikian, pengguna tidak hanya memperoleh informasi suhu mesin, tetapi juga peringatan dini terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi performa kendaraan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.