Ratusan Siswa Muncar Pindah ke Gedung Sekolah Permanen

oleh -20 Dilihat
oleh
Ratusan Siswa Muncar Pindah ke Gedung Sekolah Permanen
Para siswa mulai pindah ke SRT Kecamatan Muncar dari Balai Diklat Licin dan Kantor BPVP.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Ratusan siswa Sekolah Rakyat di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, mulai menempati gedung sekolah permanen setelah sebelumnya menjalani kegiatan belajar di fasilitas sementara. Perpindahan ini menjadi tahap penting dalam pengoperasian fasilitas pendidikan baru yang dibangun pemerintah.

Sekolah Rakyat Banyuwangi berlokasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi seluas sekitar 7 hektare. Kompleks tersebut disiapkan sebagai kawasan pendidikan terpadu untuk jenjang SD, SMP hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 peserta didik.

Sebelumnya, kegiatan pembelajaran Sekolah Rakyat Banyuwangi berlangsung di dua lokasi sementara, yakni Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Kecamatan Muncar. Kehadiran gedung permanen membuat proses pendidikan dapat dipusatkan di fasilitas yang memang dirancang sebagai kawasan sekolah.

Pembangunan kompleks tersebut dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum. Selain ruang kelas, kawasan pendidikan dilengkapi asrama putra dan putri, rumah tinggal tenaga pendidik, gedung serbaguna, tempat ibadah, dapur, kantin, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Sarana olahraga dan fasilitas penunjang juga disiapkan, antara lain lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, greenhouse, area parkir, pos jaga, hingga instalasi pengolahan limbah dapur.

Dari sisi kapasitas, proyek tersebut menyediakan 38 rombongan belajar (rombel), terdiri atas 18 rombel SD, sembilan rombel SMP, dan sembilan rombel SMA. Jumlah tersebut menunjukkan skala pengembangan Sekolah Rakyat di Banyuwangi yang tidak sekadar menyediakan ruang belajar, tetapi membangun ekosistem pendidikan terpadu.

Sebelum fasilitas permanen digunakan, pembangunan sekolah sempat dikebut untuk mengejar target penyelesaian. Pada Juni 2026, progres konstruksi dilaporkan telah mencapai sekitar 75-77 persen, dengan sejumlah bangunan dan fasilitas pendukung berada pada tahap penyelesaian.

Perpindahan siswa ke gedung permanen kini menjadi momentum untuk menguji kesiapan seluruh fasilitas secara nyata. Bukan hanya penyelesaian konstruksi yang menjadi perhatian, tetapi juga memastikan sarana pendidikan dapat berfungsi aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal.

Dengan mulai digunakannya gedung permanen tersebut, perhatian berikutnya tertuju pada keberlanjutan pengelolaan sekolah, kesiapan fasilitas, serta kualitas layanan pendidikan bagi para siswa. Fasilitas yang lengkap pada akhirnya harus berbanding lurus dengan mutu proses pembelajaran dan perlindungan hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.