Mahasiswa FPIK UB Tebar 10 Ribu Benih Wader

oleh -19 Dilihat
oleh
Mahasiswa FPIK UB Tebar 10 Ribu Benih Wader
Mahasiswa FPIK UB tebar 10 ribu benih ikan wader (Foto: Istimewa)
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) bersama warga Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, menebar 10.000 ekor benih ikan wader di perairan setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem sungai sekaligus mempertahankan keberadaan ikan lokal di wilayah tersebut.

Penebaran benih dilakukan mahasiswa FPIK UB yang tergabung dalam Pengabdian kepada Masyarakat-Bahari (PKM-B) Kelompok 18. Sebanyak 10.000 benih ikan wader dilepas di dua lokasi perairan Desa Pandanajeng, yakni Sungai Amprong dan Sungai Puthuk.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pelepasan benih ikan. Kolaborasi mahasiswa dan masyarakat diarahkan untuk mendorong pemulihan populasi ikan wader sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan perairan.

Keberadaan ikan wader di sungai menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan tawar. Karena itu, penebaran benih harus dibarengi dengan upaya menjaga kualitas habitat agar ikan yang dilepas memiliki peluang berkembang dan bertahan.

Di sisi lain, keberhasilan program konservasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah benih yang ditebar. Kondisi sungai, kualitas air, ketersediaan habitat, serta aktivitas masyarakat di sekitar perairan menjadi faktor yang ikut menentukan keberlanjutan populasi ikan.

Desa Pandanajeng sendiri memiliki sejumlah sumber air yang menjadi bagian dari potensi lingkungan Kecamatan Tumpang. Data perencanaan Kabupaten Malang mencatat sejumlah sumber air berada di wilayah Pandanajeng, antara lain Sumber Bletok dan Sumber Tamiajeng.

Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi aspek penting setelah penebaran dilakukan. Upaya menjaga sungai dari pencemaran dan aktivitas yang dapat merusak habitat ikan diperlukan agar program restocking tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Kolaborasi perguruan tinggi dan warga juga memperlihatkan bahwa pengabdian masyarakat dapat diarahkan pada persoalan lingkungan yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi turut membawa pengetahuan perikanan untuk mendukung pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan.

Penebaran 10.000 benih ikan wader di Sungai Amprong dan Sungai Puthuk menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan ekosistem perairan tetap terjaga sehingga benih yang telah dilepas dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana tujuan konservasi.

Dengan demikian, keberlanjutan program tidak hanya berada di tangan mahasiswa maupun perguruan tinggi, tetapi juga masyarakat dan para pemangku kepentingan yang memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian sungai.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.