Long Weekend Picu Lonjakan Wisatawan Banyuwangi

oleh -18 Dilihat
oleh
Long Weekend Picu Lonjakan Wisatawan Banyuwangi
Jumlah kunjungan ke Kabupaten Banyuwangi meningkat saat libur panjang bulan Mei.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Libur panjang (long weekend) pada periode 27 Mei hingga 1 Juni 2026 mendorong peningkatan signifikan kunjungan wisata ke berbagai destinasi unggulan di Kabupaten Banyuwangi. Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat sebanyak 90.968 wisatawan mengunjungi sejumlah objek wisata selama enam hari masa liburan tersebut.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun Disbudpar Banyuwangi, wisatawan nusantara masih mendominasi pergerakan kunjungan dengan jumlah 89.870 orang. Sementara wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 1.098 orang atau sekitar 1,21 persen dari total keseluruhan kunjungan.

Rekapitulasi data menunjukkan dinamika arus wisatawan yang mengalami fluktuasi selama periode liburan. Pada 27 Mei 2026 tercatat sebanyak 10.115 kunjungan wisatawan. Jumlah tersebut sempat turun menjadi 8.324 kunjungan pada 29 Mei 2026 sebelum kembali meningkat tajam menjelang akhir pekan.

Puncak kunjungan terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026, dengan total 27.885 wisatawan dalam satu hari. Angka tersebut menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat menuju destinasi wisata Banyuwangi selama momentum libur panjang.

Secara rata-rata, destinasi wisata di Banyuwangi menerima sekitar 15.161 kunjungan wisatawan per hari sepanjang periode long weekend tersebut.

Dari sisi destinasi, Pulau Merah menjadi lokasi dengan jumlah pengunjung terbanyak, yakni 11.589 wisatawan. Posisi berikutnya ditempati De Djawatan Forest yang mencatat 11.164 kunjungan. Sementara Pantai Boom Banyuwangi berada di urutan ketiga dengan 8.824 wisatawan.

Banyuwangi Park menempati posisi keempat dengan jumlah pengunjung mencapai 6.000 orang. Adapun Kawah Ijen masuk lima besar destinasi favorit dengan total 4.226 wisatawan, terdiri atas 3.664 wisatawan nusantara dan 562 wisatawan mancanegara.

Lonjakan kunjungan tersebut juga menjadi perhatian pemerintah daerah terkait kesiapan layanan dan tata kelola sektor pariwisata. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, menyatakan peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan, keamanan, kenyamanan, serta regulasi pendukung sektor pariwisata.

“Pemkab Banyuwangi berdedikasi untuk senantiasa menaikkan mutu serta regulasi pariwisata, sehingga tiap-tiap pelancong memperoleh impresi yang terlindungi, tenteram, dan tak terlupakan selama berkunjung. Peningkatan jumlah wisatawan ini juga harus kita jadikan momentum evaluasi untuk terus memperbaiki berbagai sektor,” kata Hartono.

Menurut Hartono, tingginya aktivitas wisata selama long weekend diperkirakan turut memberikan dampak ekonomi terhadap berbagai sektor pendukung, mulai dari perhotelan, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), transportasi, hingga penyedia jasa wisata.

Disbudpar Banyuwangi juga menegaskan bahwa pencatatan dan evaluasi data kunjungan secara berkala menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan berbasis data untuk pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan.

“Pencatatan data dan evaluasi berkala terhadap arus masuk wisatawan ini akan menjadi acuan strategis bagi pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan pengembangan pariwisata berkelanjutan, sekaligus mempertahankan posisi tawar Banyuwangi dalam peta pariwisata nasional,” ujarnya.

Data lonjakan kunjungan selama long weekend tersebut menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Namun demikian, efektivitas dampak ekonomi, kualitas layanan destinasi, serta keberlanjutan pengelolaan wisata tetap menjadi aspek yang memerlukan pengawasan dan evaluasi berkelanjutan agar pertumbuhan kunjungan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat daerah.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.