Jatim–Alexandria Didorong Segera Teken MoU

oleh -33 Dilihat
oleh
Jatim–Alexandria Didorong Segera Teken MoU
Gubernur Khofifah Bertemu Wakil Dubes Mesir Bahas Kerja Sama Sister Province Jatim-Alexandria
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong percepatan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama sister province antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Alexandria, Mesir, saat bertemu Wakil Duta Besar Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi, Minggu (19/4/2026).

Pertemuan yang digelar di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya itu turut dihadiri sejumlah tokoh dari Al Azhar Mesir, termasuk Rois Bi’tsah Syekh Ahmad Muhammad Mabruk dan Syekh Faraq Salim, serta Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim.

Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa pembahasan tidak lagi pada tahap penjajakan awal, melainkan tindak lanjut konkret dari rencana kerja sama yang sebelumnya telah dituangkan dalam dokumen Letter of Intent (LoI). Fokus utama kerja sama mencakup sektor perdagangan dan pendidikan yang dinilai memiliki potensi strategis bagi kedua wilayah.

“Kami membahas percepatan penandatanganan protokol kerja sama dengan Gubernur Alexandria, khususnya di bidang perdagangan dan pendidikan, yang saat ini masih dalam proses menuju MoU,” ujar Khofifah.

Namun demikian, belum ada kejelasan target waktu penandatanganan MoU tersebut, meski Khofifah menyebut prosesnya menunjukkan progres. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas tindak lanjut LoI yang telah lebih dulu disepakati pada periode kepemimpinan Gubernur Alexandria sebelumnya, Mohamed Taher El-Sherif.

Khofifah menyatakan bahwa skema sister province tersebut telah mendapatkan persetujuan DPRD Jawa Timur. Ia menilai, terdapat peluang saling menguntungkan, terutama dalam sektor perdagangan. Mesir, yang memiliki tingkat konsumsi kopi tinggi, dinilai berpotensi menjadi pasar bagi komoditas kopi unggulan Jawa Timur.

Di sektor pendidikan, kerja sama diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dan pertukaran pengetahuan. Alexandria, yang dikenal sebagai pusat peradaban dan pendidikan sejak era Helenistik, disebut memiliki nilai historis dan akademik yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pendidikan di Jawa Timur.

Khofifah juga mengungkapkan rencana kolaborasi antara perguruan tinggi Nahdlatul Ulama dengan Universitas Al-Azhar, khususnya dalam program pencegahan dan penanggulangan terorisme. Namun, detail teknis, mekanisme kerja sama, serta indikator keberhasilan program tersebut belum dipaparkan secara rinci kepada publik.

Selain membahas kerja sama internasional, Khofifah turut mempromosikan pengelolaan Masjid Nasional Al Akbar sebagai pusat layanan keagamaan dan sosial. Ia mengklaim optimalisasi dilakukan melalui berbagai fasilitas, seperti greenhouse, mini soccer berbasis pendidikan Al-Qur’an, perpustakaan digital, hingga program pemberdayaan generasi muda.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi, menyampaikan apresiasi atas pengelolaan masjid tersebut. Ia menilai Masjid Al Akbar mampu berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan yang representatif dan memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada dokumen resmi MoU yang ditandatangani maupun rincian nilai ekonomi konkret dari kerja sama yang digagas, sehingga publik masih menunggu realisasi nyata dari komitmen yang disampaikan kedua pihak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.