Revitalisasi Kota Lama Surabaya Disorot, Transparansi Dipertanyakan

oleh -30 Dilihat
oleh
Revitalisasi Kota Lama Surabaya Disorot, Transparansi Dipertanyakan
Kota Lama Surabaya
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id — Revitalisasi kawasan Kota Lama Surabaya di wilayah utara kota memicu perhatian publik, tidak hanya karena lonjakan kunjungan wisata, tetapi juga terkait transparansi anggaran, pengelolaan, serta keberlanjutan pelestarian cagar budaya. Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai deretan bangunan tua kini disulap menjadi destinasi wisata sejarah dengan sentuhan modern.

Sejumlah titik ikonik seperti Pos Bloc Surabaya di bekas Gedung Kebon Rojo, Gedung Internatio di kawasan Jembatan Merah, hingga kawasan Pecinan Kembang Jepun menjadi pusat aktivitas baru. Transformasi ini menghadirkan ruang publik yang ramai, namun memunculkan pertanyaan mengenai skema pembiayaan dan keterlibatan pihak ketiga dalam pengelolaannya.

Di Pos Bloc Surabaya, konsep creative hub yang menggabungkan arsitektur kolonial dengan gaya hidup modern menjadi daya tarik utama. Aktivitas komersial yang tumbuh pesat di dalam gedung bersejarah tersebut dinilai berpotensi menggeser fungsi awal bangunan jika tidak diawasi secara ketat.

Sementara itu, kawasan Gedung Internatio dan Jembatan Merah yang sarat nilai historis kini dipadati pengunjung. Perbaikan infrastruktur seperti trotoar dan fasilitas publik meningkatkan aksesibilitas, namun belum diiringi dengan penjelasan rinci terkait strategi konservasi jangka panjang terhadap bangunan cagar budaya.

Di sisi lain, Gedung Cerutu di Jalan Karet dan Museum Bank Indonesia (eks De Javasche Bank) menjadi magnet wisata berbasis arsitektur. Keaslian bangunan masih terjaga, namun meningkatnya aktivitas wisata menimbulkan risiko kerusakan jika tidak diimbangi regulasi ketat terhadap penggunaan ruang.

Kawasan Kya-Kya Kembang Jepun juga mengalami lonjakan aktivitas ekonomi, khususnya pada malam hari. Deretan kuliner dan dekorasi budaya menjadi daya tarik, tetapi pengawasan terhadap kebersihan, ketertiban, dan legalitas pelaku usaha masih menjadi perhatian.

Pemerintah Kota Surabaya turut mendorong kunjungan melalui fasilitas pendukung seperti bus wisata dan penataan taman sejarah di sekitar kawasan. Namun, belum ada laporan terbuka terkait evaluasi dampak revitalisasi terhadap masyarakat lokal, termasuk potensi pergeseran sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.

Revitalisasi Kota Lama Surabaya dinilai berhasil menghidupkan kembali kawasan bersejarah. Meski demikian, aspek akuntabilitas, perlindungan cagar budaya, serta pemerataan manfaat ekonomi menjadi isu krusial yang perlu diawasi agar tidak sekadar menjadi proyek kosmetik berbasis pariwisata. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.