Jalan Nasional Ditutup Enam Bulan, Rekayasa Lalin Diterapkan

oleh -65 Dilihat
oleh
Jalan Nasional Ditutup Enam Bulan, Rekayasa Lalin Diterapkan
Penutupan jalan nasional Tulungagung-Trenggalek.
banner 468x60

TULUNGAGUNG, Garudasatunews.id – Akses utama Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek resmi ditutup total mulai Selasa (2/6/2026) menyusul dimulainya pekerjaan pembongkaran dan pembangunan kembali Jembatan Gondang 1. Penutupan yang berlangsung hingga 11 Desember 2026 tersebut diperkirakan berdampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di jalur strategis penghubung dua daerah tersebut.

Penutupan ruas jalan nasional ini sebelumnya mengalami penundaan sebanyak dua kali. Jadwal awal yang ditetapkan pada 25 Mei 2026 bergeser karena berdekatan dengan momentum Hari Raya Idul Adha. Selanjutnya, rencana penutupan pada 29 Mei 2026 kembali tertunda akibat keterlambatan kedatangan alat berat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek.

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP M Taufik Nabila, menjelaskan bahwa proses penutupan jalan akhirnya dapat dilaksanakan setelah seluruh peralatan konstruksi tersedia di lokasi pekerjaan.

“Penutupan kembali direncanakan pada 29 Mei 2026, tapi karena kedatangan alat berat molor membuat penutupan ditunda kembali,” ujar Taufik.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sesaat setelah akses jalan ditutup, alat berat langsung diterjunkan untuk melakukan pembongkaran konstruksi jembatan. Lapisan aspal pada badan jembatan mulai dihancurkan sebagai tahap awal pekerjaan pembangunan.

Menurut Taufik, penutupan total diberlakukan sejak 2 Juni hingga 11 Desember 2026 atau sekitar enam bulan. Selama periode tersebut, pengguna jalan diwajibkan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan guna mengurangi potensi kemacetan dan gangguan lalu lintas.

Untuk kendaraan angkutan berat atau roda enam, arus lalu lintas dialihkan melalui Simpang Empat Tamanan Tulungagung menuju Pasar Bandung dan selanjutnya ke Simpang Tiga Durenan, Trenggalek.

Sementara itu, kendaraan roda dua dan roda empat dapat menggunakan dua jalur alternatif, yakni melalui Simpang Tiga Gondang menuju Simpang Tiga Polsek Kalangbret, serta jalur Simpang Tiga Malasan Trenggalek menuju Gempolan Pakel, Tulungagung.

Kepolisian menegaskan akan melakukan penindakan terhadap kendaraan roda enam yang tetap memaksakan diri melintasi jalur alternatif yang diperuntukkan bagi kendaraan ringan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas serta mencegah kerusakan infrastruktur jalan di jalur pengalihan.

“Bagi kendaraan roda enam yang nekat melalui jalur alternatif kendaraan roda dua dan empat akan kami lakukan tindakan tilang. Karena dapat mengganggu arus lalu lintas di jalur alternatif,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama masa rekayasa lalu lintas, Polres Tulungagung bersama instansi terkait menyiagakan personel gabungan di sejumlah titik strategis yang berpotensi mengalami peningkatan kepadatan kendaraan.

“Kami akan siagakan 20 personel di Simpang Tamanan, Kalangbret dan Polsek Gondang. Nanti juga dibantu dari Satlantas Polres Trenggalek di Simpang Durenan,” pungkas Taufik.

Penutupan jalur nasional ini menjadi perhatian publik karena merupakan salah satu akses utama penghubung Tulungagung dan Trenggalek. Masyarakat serta pelaku usaha diharapkan menyesuaikan rute perjalanan dan distribusi barang selama proyek pembangunan Jembatan Gondang 1 berlangsung guna meminimalkan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas harian.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.