GRESIK, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Gresik mulai mempercepat peningkatan kualitas Jalan Poros Desa (JPD) ruas Klampok-Munggugebang, Kecamatan Benjeng, melalui betonisasi. Pekerjaan tahap pertama sepanjang sekitar 205 meter dengan lebar lima meter telah rampung, sementara kelanjutan pembangunan disiapkan dengan anggaran sekitar Rp1,3 miliar pada tahun berikutnya.
Ruas JPD Klampok-Munggugebang secara keseluruhan memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer. Sebelum ditingkatkan, sebagian ruas tersebut menggunakan paving block yang kondisinya mengalami penurunan sehingga pemerintah daerah melakukan penanganan secara bertahap.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik Dhiannita Tri Astuti menjelaskan, betonisasi tahap pertama dilakukan sepanjang kurang lebih 205 meter dengan lebar lima meter. Menurutnya, pembangunan tidak berhenti pada pekerjaan tahun ini karena Pemkab Gresik telah menyiapkan anggaran untuk melanjutkan penanganan ruas tersebut.
“Jalan sebelumnya menggunakan paving block dan kondisinya sudah mengalami penurunan. Tahun ini kami melakukan penanganan dengan konstruksi beton sepanjang kurang lebih 205 meter dan lebar lima meter,” ujar Dhiannita.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Pemkab Gresik sejak 2025. Program percepatan dilakukan melalui APBD Perubahan 2025 dan APBD 2026, serta direncanakan terus berlanjut hingga 2027.
Menurut Yani, pembangunan jalan tidak cukup hanya menyelesaikan satu ruas. Infrastruktur harus terhubung dengan jalan kabupaten, JPD, jalan desa, jalan lingkungan hingga jalur alternatif antardesa dan antarkecamatan agar manfaat konektivitas dapat dirasakan lebih luas.
“Jangan sampai jalan dibangun sendiri-sendiri. Harus terkoneksi antara jalan kabupaten, JPD, jalan desa, termasuk jalan alternatif yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya,” kata Yani.
Pemerintah daerah menilai peningkatan kualitas jalan memiliki dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Jalan yang lebih baik diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian, aktivitas ekonomi, akses pendidikan, serta pelayanan dasar masyarakat.
Secara keseluruhan, penanganan JPD melalui APBD 2026 mencapai sekitar 4,5 kilometer dan tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik, termasuk Duduk Sampeyan, Manyar, Menganti, Cerme, Benjeng, Kedamean, Wringinanom, Dukun, Balongpanggang, Bungah, Driyorejo, Ujungpangkah, Panceng hingga Sangkapura.
Dari sisi pengawasan pembangunan, kelanjutan proyek menjadi perhatian penting karena ruas Klampok-Munggugebang belum seluruhnya dibeton. Dengan panjang keseluruhan sekitar 1,7 kilometer, anggaran Rp1,3 miliar yang disiapkan pemerintah menjadi bagian dari tahapan untuk memastikan peningkatan kualitas jalan berlangsung berkesinambungan.
Pemkab Gresik juga meminta masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun, termasuk badan dan bahu jalan. Pemeliharaan bersama dinilai penting agar fungsi jalan tetap optimal dan usia layanan konstruksi dapat bertahan lebih lama.
Pembangunan JPD Klampok-Munggugebang diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik jalan, tetapi juga memperkuat konektivitas wilayah Benjeng dan membuka akses yang lebih baik bagi aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, serta kebutuhan pelayanan dasar masyarakat.
(Red-Garudasatunews)











