GRESIK, Garudasatunews.id – Sebuah gudang rongsokan di Jalan Kapten Dulasim, Kelurahan Kramat Inggil, Kecamatan/Kabupaten Gresik, terbakar pada Jumat siang, 6 Juni 2025. Kebakaran tersebut membuat api merembet ke tiga stan jualan di sekitar lokasi.
Peristiwa bermula setelah warga mendengar suara ledakan dari dalam gudang. Tak lama kemudian, api membesar disertai kepulan asap tebal. Kondisi gudang yang dipenuhi barang rongsokan membuat kobaran api cepat berkembang dan berpotensi meluas ke bangunan di sekitarnya.
Laporan kebakaran diterima layanan darurat 112 sekitar pukul 12.12 WIB dan segera diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik. Petugas diberangkatkan sekitar dua menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi sekitar pukul 12.24 WIB.
Sebanyak sembilan personel Damkar Gresik dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Penanganan juga mendapat dukungan armada pemadam dari sejumlah perusahaan di sekitar lokasi, termasuk PT SMIP, PT Semen Indonesia, dan PT Wilmar. Personel kepolisian turut mengamankan lokasi, sementara PLN membantu memastikan kondisi jaringan listrik di sekitar area kebakaran tetap aman.
Api berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan pemadaman dan pembasahan selama lebih dari dua jam. Proses penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 14.43 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Namun, dampak kebakaran tidak berhenti pada bangunan gudang. Api merembet ke tiga stan jualan yang berada di sekitar lokasi. Kondisi ini menunjukkan tingginya risiko kebakaran pada kawasan yang menyimpan material mudah terbakar, terlebih ketika bangunan atau tempat penyimpanan rongsokan berada berdekatan dengan aktivitas warga.
Gudang tersebut diketahui milik Aziz. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api maupun penyebab suara ledakan yang terdengar sebelum kebakaran. Dengan demikian, dugaan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan sebelum hasil penyelidikan kepolisian selesai.
Kapolsek Kebomas Kompol Gayot Setyo Budi menyebut kerugian sementara diperkirakan berada pada kisaran Rp20 juta hingga Rp50 juta. Nilai tersebut berkaitan dengan kerusakan akibat kebakaran, termasuk dampak terhadap bangunan dan barang yang terbakar.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan kawasan usaha yang menyimpan barang bekas dan material mudah terbakar. Investigasi penyebab kebakaran menjadi penting untuk memastikan apakah insiden berkaitan dengan faktor kelistrikan, material tertentu, atau sumber api lain. Hingga penyelidikan selesai, penyebab kebakaran masih berstatus belum diketahui.
(Red-Garudasatunews)
















